Monday, August 15, 2022

Bertanam Anggur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

1. Jenis anggur apa yang sesuai ditanam di Kudus?

2. Bagaimana cara menanam anggur hijau?

3. Bagaimana cara merawatnya?

Rina Puji Astutik

SMP 4 Kudus Jl. Dewi Sartika No.14 Kudus 59314

Hendro Soenarjono

1. Anggur buah yang mengandung 80% air itu di abad ke-2 SM mulai dikenal sebagai minuman,

buah meja, dan kismis. Penyebarannya merata di seluruh dunia, pertama mampir ke

Indonesia pada abad ke-19. Hingga kini anggur termasuk tanaman budidaya di Indonesia,

meski hanya 2 macam: Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Varietas Vitis vinifera yang banyak

tumbuh di Indonesia jenis probolinggo putih dan probolinggo biru. Sedangkan Vitis labrusca

antara lain varietas isabella, briliant, beacon, dan carman. Isabella paling baik tumbuh di

Indonesia. Anggur old world—sebutan lain Vitis vinifera—merupakan anggur tertua berasal

dari Asia Kecil. Disebut-sebut sebagai produk anggur utama dunia. Ia banyak berperan

dalam perbaikan mutu dan kualitas jenis anggur Eropa dan Amerika. Vitis vinifera

menghasilkan buah dengan ukuran beragam. Ukuran kecil digunakan sebagai bahan kismis;

sedang sampai besar untuk dibuat wine dan buah meja alias dimakan segar. Di Indonesia

anggur itu mampu berproduksi 2 kali setahun. Ia tumbuh baik di dataran rendah hingga 300

m dpl. Vitis labrusca berasal dari Amerika Utara. Salah satu varietasnya isabella, didatangkan

dari Amerika Serikat pada 1960, lalu dikembangkan di Garut, di ketinggian 700 m dpl.

Percobaan di kebun bibit Karangpawitan, Jawa Timur, isabella menghasilkan 35 ton/ha. Dari

jenis Vitis labrusca banyak dihasilkan varietas baru melalui persilangan. Jenis anggur yang

sesuai di daerah Kudus pada khususnya adalah probolinggo putih atau white malaya. Meski

dapat juga ditanam jenis anggur biru seperti bali, probolinggo biru, dan isabella. Umumnya

tanaman anggur menghendaki dataran yang bertipe iklim kering atau dataran rendah, 100—

300 m dpl.

2. Cara bertanam anggur hijau sama dengan anggur biru atau merah. Bibit berasal dari setek

batang minimal berumur 1 tahun dengan perakaran kuat. Bibit umur 1—1,5 bulan ditanam

dalam lubang berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm, yang diisi kompos 40—50 kg. Tanaman

dirambatkan pada para- para (pergola) atau pagar yang dibuat khusus. Tinggi para-para 2,5—

2,75 m dengan jarak tanam 5 m x 4 m.

3. Perawatan tanaman yang baik ialah memberi pupuk Urea 150 g, DS 200 g, dan ZK 200 g

setiap tahunnya per tanaman. Selain itu anggur wajib dipangkas, untuk membentuk batang

pokok, cabang primer, cabang sekunder, dan cabang tersier. Pemangkasan cabang pada

hakekatnya memudakan kembali tanaman anggur. Dengan pemangkasan, penimbunan

hormon penghambat tumbuh (remstof = hormon retardan) dikurangi. Sebaiknya pemangkasan

cabang bunga dilakukan menjelang akhir musim hujan supaya buahnya berkembang pada

musim kemarau. Buah di musim kemarau mutunya bagus. Perawatan selanjutnya ialah

memberantas penyakit yang mungkin muncul, seperti karat daun (bintik merah) dan mildu

(putih abu-abu). Gunakan fungisida benlate dosis 0,2—0,3%. Untuk memberantas hama

tungau merah dengan kelthane dosis 0,2%. Pemetikan buah anggur harus hati-hati. Hindari

merusak selaput malam yang tipis di permukaannya. Untuk itu sewaktu memotong tangkai

malai, seluruh buah diletakkan di atas permukaan tangan. Kemudian letakkan anggur dalam

kotak dengan hati-hati. Buah yang dimasukkan dalam kotak pembungkus harus benar-benar

kering dan bebas dari embun. Pisahkan buah mulus dari yang rusak, pecah, keriput, dan

sakit. Agar awet disimpan, anggur harus ditempatkan dalam ruangan teduh dan berangin.

Lebih baik lagi disimpan dalam pendingin, suhu 0°C. ***

 

Bertanam Anggur

Saya menanam anggur hijau di Kudus. Namun mengalami beberapa kendala, di antaranya ukuran buah kecil

dan rasanya masam. Hal yang ingin saya konsultasikan:

1. Jenis anggur apa yang sesuai ditanam di Kudus?

2. Bagaimana cara menanam anggur hijau?

3. Bagaimana cara merawatnya?

Rina Puji Astutik

SMP 4 Kudus Jl. Dewi Sartika No.14 Kudus 59314

Hendro Soenarjono

1. Anggur buah yang mengandung 80% air itu di abad ke-2 SM mulai dikenal sebagai minuman, buah meja, dan kismis. Penyebarannya merata di seluruh dunia, pertama mampir ke Indonesia pada abad ke-19. Hingga kini anggur termasuk tanaman budidaya di Indonesia, meski hanya 2 macam: Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Varietas Vitis vinifera yang banyak tumbuh di Indonesia jenis probolinggo putih dan probolinggo biru. Sedangkan Vitis labrusca antara lain varietas isabella, briliant, beacon, dan carman. Isabella paling baik tumbuh di Indonesia. Anggur old world—sebutan lain Vitis vinifera—merupakan anggur tertua berasal dari Asia Kecil. Disebut-sebut sebagai produk anggur utama dunia. Ia banyak berperan dalam perbaikan mutu dan kualitas jenis anggur Eropa dan Amerika. Vitis vinifera menghasilkan buah dengan ukuran beragam. Ukuran kecil digunakan sebagai bahan kismis; sedang sampai besar untuk dibuat wine dan buah meja alias dimakan segar. Di Indonesia anggur itu mampu berproduksi 2 kali setahun. Ia tumbuh baik di dataran rendah hingga 300 m dpl. Vitis labrusca berasal dari Amerika Utara. Salah satu varietasnya isabella, didatangkan dari Amerika Serikat pada 1960, lalu dikembangkan di Garut, di ketinggian 700 m dpl. Percobaan di kebun bibit Karangpawitan, Jawa Timur, isabella menghasilkan 35 ton/ha. Dari jenis Vitis labrusca banyak dihasilkan varietas baru melalui persilangan. Jenis anggur yang sesuai di daerah Kudus pada khususnya adalah probolinggo putih atau white malaya. Meski dapat juga ditanam jenis anggur biru seperti bali, probolinggo biru, dan isabella. Umumnya tanaman anggur menghendaki dataran yang bertipe iklim kering atau dataran rendah, 100—300 m dpl.

2. Cara bertanam anggur hijau sama dengan anggur biru atau merah. Bibit berasal dari setek batang minimal berumur 1 tahun dengan perakaran kuat. Bibit umur 1—1,5 bulan ditanam dalam lubang berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm, yang diisi kompos 40—50 kg. Tanaman dirambatkan pada para- para (pergola) atau pagar yang dibuat khusus. Tinggi para-para 2,5—2,75 m dengan jarak tanam 5 m x 4 m.

3. Perawatan tanaman yang baik ialah memberi pupuk Urea 150 g, DS 200 g, dan ZK 200 g setiap tahunnya per tanaman. Selain itu anggur wajib dipangkas, untuk membentuk batang pokok, cabang primer, cabang sekunder, dan cabang tersier. Pemangkasan cabang pada hakekatnya memudakan kembali tanaman anggur. Dengan pemangkasan, penimbunan hormon penghambat tumbuh (remstof = hormon retardan) dikurangi. Sebaiknya pemangkasan cabang bunga dilakukan menjelang akhir musim hujan supaya buahnya berkembang pada musim kemarau. Buah di musim kemarau mutunya bagus. Perawatan selanjutnya ialah memberantas penyakit yang mungkin muncul, seperti karat daun (bintik merah) dan mildu (putih abu-abu). Gunakan fungisida benlate dosis 0,2—0,3%. Untuk memberantas hama tungau merah dengan kelthane dosis 0,2%. Pemetikan buah anggur harus hati-hati. Hindari merusak selaput malam yang tipis di permukaannya. Untuk itu sewaktu memotong tangkai malai, seluruh buah diletakkan di atas permukaan tangan. Kemudian letakkan anggur dalam kotak dengan hati-hati. Buah yang dimasukkan dalam kotak pembungkus harus benar-benar kering dan bebas dari embun. Pisahkan buah mulus dari yang rusak, pecah, keriput, dan sakit. Agar awet disimpan, anggur harus ditempatkan dalam ruangan teduh dan berangin. Lebih baik lagi disimpan dalam pendingin, suhu 0°C. ***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img