Thursday, August 18, 2022

Betta Baru Bercorak Avatar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Para pehobi memburu cupang avatar.

Avatar jenis cupang asal Indonesia yang moncer di panggung internasional. (Dok. Stevanus)

Trubus — Cupang baru bermotif unik, berwarna biru dengan dasar hitam serta totol-totol biru atau hijau. Itulah cupang avatar yang kini buruan para pehobi. Dunia cupang memang ibarat panggung mode yang selalu berubah setiap waktu. Corak dan warna cupang yang dahulu berwarna solid kini beraneka ragam. “Tonggak awalnya ketika muncul cupang multicolour, lalu yang paling fenomenal cupang koi,” kata pemilik Betta Follower di Lampung, Stevanus Sihol.

Sejak itu para pehobi cupang menyadari motif berwarna tak kalah elok dibandingkan dengan warna solid—cupper, gold, maupun platinum—yang tren pada 2010—2015. Pemilik Boston Betta, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Dominikus Ferdinand, mengakui fenomena itu. “Corak warna avatar yang baru itu berasal dari farm-farm Sumatera,” kata Domi.

Induk betina hijau toska gordon. Para pehobi memburu anakannya. (Dok. Andryansyah)

Asal Sumatera

Julukan motif avatar merujuk pada film Avatar, sebuah film fiksi ilmiah petualangan dari Amerika Serikat. Di film itu tokoh-tokohnya berwarna biru berkilau dengan aneka warna hijau, ungu, kuning, dan merah yang juga berkilau. Menurut Stevanus di tanah air corak avatar berasal dari peternak di Medan, Sumatera Utara. Dari sana cupang corak avatar menyebar ke arah timur: Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

“Ketika itu banyak yang belum sadar bahwa corak avatar istimewa sehingga dianggap remeh,” kata Stevanus. Corak avatar baru naik sekitar Desember 2019—Januari 2020 ketika peternak cupang di Thailand memperkenalkan gordon. Gordon adalah cupang yang warnanya bermotif dasar kehitaman bercampur merah dengan warna galaksi dan hijau metalik. “Itu varian dari avatar asal Indonesia,” kata Stevanus.

Memang sejak dahulu kala semua mafhum, peternak cupang Indonesia banyak mengirim cupang ke mancanegara termasuk Thailand. Sejak itulah avatar dan gordon menjadi tren baru di tanah air. Menurut pemilik Lord Betta, di Gresik, Jawa Timur, Shochib Andryansyah, kehadiran corak avatar dan gordon menjadi kebanggaan tanah air. “Setiap peternak berpeluang untuk menghasilkan avatar dan gordon selama memiliki indukan multicolour maupun motif koi,” katanya.

Tubuh cupang bermotif avatar mengikuti tren film fiksi Avatar. (Dok Stevanus)

Menurut Andryansyah avatar merupakan mutasi dari cupang multiwarna, koi, dan nemo generasi sebelumnya. Persoalannya banyak peternak cupang yang tak menyadari mutasi warna itu. “Dari sekali bertelur yang berjumlah ratusan anakan, paling hanya 3—5 yang mutasi avatar,” kata Ardryansyah. Sisik cupang multiwarna umumnya tanpa pigmen warna saat masih belia, motif berupa totol-totol warna baru muncul seiring waktu sehingga semakin dominan.

Dalam dunia cupang disebut cupang besgel, yaitu akronim dari bebas gelap. Menurut Stevanus kemampuan peternak Nusantara menghasilkan cupang multiwarna merupakan modal utama di dunia internasional. “Indonesia sejak dulu terkenal penghasil cupang berkualitas terutama jenis serit. Kini dengan kehadiran avatar dan gordon, maka kita punya andalan baru yang membuat cupang asal tanah air semakin terkenal,” kata Stevanus.

Harga stabil

Munculnya avatar dan gordon membuat harga cupang Betta splendens itu tetap stabil meskipun terjadi pandemi virus korona. Menurut Stevanus harga avatar dan gordon bervariasi tergantung kualitas dan ukuran mulai Rp200.000—Rp2.000.000. menurut Stevanus harga avatar berkelas dan bakalan kontes berumur 4 bulan di atas Rp750.000 hingga Rp2 juta. Sementara cupang juara nilainya jauh melampaui angka itu.

Induk betina avatar yang menurunkan anakan berkualitas. (Dok. Stevanus)

Stevanus di Lampung mengembangkan avatar dan gordon di farm-nya dibantu dengan sistem plasma dengan peternak lain. “Saya beli indukan dari penangkar lain, lalu menitipkan pada para peternak kolega,” kata Stevanus. Dengan cara itu perawatan cupang tak butuh area yang luas, terkontrol, dan seleksi cupang berkualitas lebih mudah.

Bahkan, menurut Stevanus, pamor avatar dan gordon justru cepat terkerek naik seiring pandemi corona di tanah air. Musababnya, banyak kalangan yang bekerja di rumah alias work form home (WFH) sehingga waktu memelototi saluran di internet lebih banyak. Para pehobi berjual beli cupang melalui media sosial Instagram, Youtube, dan Facebook. “Saya banyak melepas avatar dan gordon melalui Instagram,” kata Stevanus.

Ia mengunggah cupang koleksinya melalui video selama 1 jam. Frekuensi 4 kali setiap pekan. “Biasanya langsung ada yang order setelah mereka beraksi,” kata Stevanus. Ia menyebut dalam sepekan itu melepas cupang senilai Rp6 juta—Rp8 juta. Dengan cara itu avatar dan gordon menemani Stevanus bekerja dari rumah. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img