Friday, August 12, 2022

Brazilian Guava Rasa Nanas dalam Jambu Mini

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Buah unik itu Trubus cicipi waktu menyambangi kebun koleksi milik dr M Hendrarko SpKj di Taman Buah Bunton, Kecamatan Wagir, Malang, Jawa Timur. Di lahan seluas 1 ha itu pineapple cherry guava tumbuh bersama-sama 100 jenis buah-buahan lain. Sebut saja lengkeng-itoh, diamond river, dan pingpong-jambu air-citra, bangkok, black diamond, hincancou, pink diamond, pink rose apple, red rose apple, kaget, kancing mutiara, lilin merah, mawar, dan variegata, -srikaya-lokal, merah, australia jumbo,-dan buah lainnya.

Pineapple cherry guava memang istimewa. Aroma wangi mirip nanas tercium kuat beberapa sentimeter sebelum buah memasuki mulut. Gigitan kecil di ujung buah mengisyaratkan tekstur yang lembut. Mendekati biji, teksturnya agak kasar. Ukuran biji sangat kecil sehingga bisa langsung dimakan. Daging buahnya yang kuning memberikan perpaduan rasa antara asam, manis, dan sedikit sepet.

Banyak nama

Sekilas penampilan pineapple cherry guava mirip yellow cherry guava. Yang disebut terakhir bentuknya lebih bulat; pineapple cherry guava oval. Tekstur kulit yellow cherry guava pun lebih lembut. Namun, soal warna kulit sama-sama hijau kala masih muda dan kuning cerah ketika matang. Pantas ketika Trubus menunjukkan foto hasil jepretan di Malang kepada Gregori Garnadi Hambali, pakar botani ternama itu menduganya sebagai Psidium catleanum alias cherry guava atau strawberry guava.

Namun, dugaan itu gugur, setelah mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu mengamati bentuk daunnya. ‘Bentuk daun Psidium catleanum bentuknya lebih membulat dan berukuran kecil, sedangkan ini memanjang dan lebih besar,’ tutur Greg. Panjang daun pineapple cherry guava 8-12 cm dan lebar 3-5 cm. Daun cherry guava panjangnya 5-7 cm dan lebar 2-4 cm. Greg menyebut nama ilmiah Psidium guineense untuk jambu mini rasa nanas itu.

Informasi serupa diperoleh dari beberapa literatur. Menurut Kew Botanic Garden-kebun raya di Inggris-nama itu bersinonim dengan Guajava guineensis, Myrtus guineensis,dan Mosiera guineensis.

Bunga bisa muncul tunggal atau bergerombol tiga-tiga di ketiak daun. Warnanya putih dan memiliki 150-200 benang sari. Menurut Olof Pieter Swartz, botanis dari Swedia, Psidium guineense berasal dari pesisir Guinea di Afrika. Di sana, buah ini biasa disebut wilde guave artinya jambu biji liar.

Ia juga banyak ditemukan di Brazil. Malah di dunia, kerabat jauh eukaliptus itu populer dengan sebutan jambu brazil atau brazilian guava. Daerah penyebarannya mulai dari Argentina Utara, Peru, Meksiko Selatan, Trinidad, Martinique, Jamaika dan Kuba. Bahkan di Martinique, Guadeloupe, Republik Dominikan, dan Kalifornia Selatan pineapple cherry guava dibudidayakan.

Olahan

Karena rasanya agak asam, pineapple cherry guava kerap diolah. Misalnya jadi buah kering atau jeli-konon jelinya paling enak ketimbang jeli jambu biji lain. Kayunya yang kuat digunakan untuk tiang, papan, dan berbagai perlengkapan. Kulit kayunya yang kaya tanin dimanfaatkan untuk obat luka kulit. Di Brazil, rebusan kulit kayu dan akar dipakai untuk mengatasi diare, disentri, dan gangguan pada saluran kencing. Sedangkan rebusan daunnya diminum untuk mengurangi demam dan bronkitis.

Di tanahair, buah asal Afrika itu dikoleksi Kebun Raya Bogor dan Taman Buah Bunton milik Hendrarko. Di Taman Buah Bunton, pohonnya sudah setinggi 2 meter. Bibit 30 cm diperoleh dari Kuncoro-salah satu pemilik sekaligus pengelola Taman Buah Bunton- 2 tahun lalu dari Australia. ‘Pertumbuhannya memang lambat. Jambu biasa pada umur 2 tahun sudah setinggi 3-4 m,’ kata Hendrarko. Pada umur 1 tahun, jambu mini dengan rasa nanas itu berbuah di kebun berketinggian 400 dpl itu. Buahnya muncul sepanjang tahun.

Hendrarko memperbanyak tanaman dengan cangkok dan grafting. Bibit setinggi 40-75 cm dijual seharga Rp50.000. Tanaman setinggi 1 m yang sudah berbuah dalam polibag dihargai Rp150.000-Rp250.000. Jadilah ‘tabulampot’ pineapple cherry guava dengan buah-buah kecil ranum berwarna kuning cerah bergerombol di pohon. Selain rasanya unik, bentuknya pun cantik. (Nesia Artdiyasa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img