BRIN Kembangkan Pengawet Alami dari Daun Sirih Cina untuk Perpanjang Masa Simpan Buah

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanaman liar yang tumbuh di pekarangan dan sering dianggap sebagai gulma ternyata menyimpan potensi besar di bidang pangan dan kesehatan. Salah satunya Peperomia pellucida atau yang dikenal sebagai sirih Cina, yang kini dikembangkan sebagai sumber inovasi bahan alami oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti BRIN, Khoiru Nisa, mengembangkan pengawet alami berbahan ekstrak daun sirih Cina melalui teknologi enkapsulasi menggunakan kitosan dan sodium tripolifosfat (STPP). Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga kestabilan senyawa aktif dalam ekstrak sehingga lebih mudah diaplikasikan sebagai bahan pelapis pangan.

Proses pengembangan diawali dengan ekstraksi daun sirih Cina. Hasil ekstraksi kemudian disaring dari filtratnya menggunakan metode sentrifugasi, lalu dikeringkan menggunakan alat freeze dryer hingga menghasilkan ekstrak berbentuk bubuk.

Ekstrak bubuk tersebut kemudian dienkapsulasi untuk mempertahankan kandungan senyawa aktif di dalamnya. Hasilnya dimanfaatkan sebagai edible coating atau pelapis alami pada buah apel Malang.

Melansir pada Youtube BRIN melalui teknologi ekstraksi modern, daun sirih Cina diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif penting seperti flavonoid, polifenol, terpenoid, dan asam amino. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang berpotensi menghambat penurunan kualitas bahan pangan selama penyimpanan.

Pengujian menunjukkan pelapisan menggunakan ekstrak daun sirih Cina mampu memperlambat penurunan mutu buah apel Malang. Buah yang telah dilapisi dapat bertahan hingga 15 hari pada suhu ruang dengan kualitas yang tetap terjaga.

Pelapisan tersebut juga mampu menekan susut bobot, mengurangi kehilangan kadar air, serta mempertahankan kekerasan dan kualitas buah. Analisis menggunakan teknologi Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) dan High Resolution Mass Spectrometry (HRMS) turut mengidentifikasi berbagai senyawa aktif dalam daun sirih Cina.

Selain berpotensi sebagai pengawet alami makanan, kandungan bioaktif dalam daun sirih Cina juga membuka peluang pengembangan sebagai bahan baku obat tradisional. Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas biologis seperti anti-diabetes, anti-obesitas, dan anti-aging.

Inovasi ini menunjukkan bahwa tanaman lokal yang selama ini terabaikan dapat dikembangkan menjadi solusi nyata untuk pangan yang lebih aman dan mendukung kesehatan masyarakat.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Produksi Padi Cerdas Iklim Andalkan Paket Teknologi Adaptif

Peneliti Postdoctoral Pusat Riset Tanaman Pangan (PRTP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edi Wiraguna, menyatakan produksi padi cerdas...

More Articles Like This