Wednesday, January 28, 2026

Buah Lokal untuk Pasar Global

Rekomendasi
- Advertisement -
Margareta Astaman (kedua dari kiri) mengenalkan buah tropis Indonesia di ranah internasional sejak 2014.
(koleksi : Margareta Astaman)

TRUBUS — Mengirimkan berbagai buah khas Indonesia ke pasar dunia. Permintaan melonjak lima kali lipat dalam enam tahun.

“Memangnya di Indonesia ada manggis?” Margareta Astaman tercengang mendengar pertanyaan itu saat menghadiri pameran produk pertanian di Eropa pada 2014. Ternyata konsumen Eropa mengenal manggis produksi Malaysia. Salah satu pendiri sekaligus pejabat eksekutif PT Nusantara Segar Global itu makin tertantang menghadirkan buah Indonesia di setiap meja hidangan di Benua Biru.

Alumnus Publishing and Journalism Division, Nanyang Technological University, Singapura, itu meyakinkan para pembeli bahwa Indonesia salah satu produsen buah tropis terbesar dunia. Tercatat selama tiga musim buah terakhir, PT Nusantara Segar Global mengekspor 1.000 ton buah. Angka itu meroket 500% dibandingkan dengan volume ekspor perdana pada awal 2014.

Pasar Prancis

Margareta Astaman menuturkan, hampir semua produk awal seperti manggis dan salak penjualannya meningkat. Perkembangan signifikan itu juga disebabkan oleh produk baru seperti kelapa dan jeruk purut. Prancis meminta jeruk purut sejak 2016 sedangkan Australia memesan kelapa sejak 2017. Konsumen Eropa meminati buah tropis khas Indonesia seperti manggis Garcinia mangostana, salak Salacca zalacca, jeruk purut Citrus hystrix, buah naga Hylocereus sp., dan mangga Mangifera indica.

Margareta mengatakan Negeri Kanguru menghendaki kelapa tua kupas. Tiongkok malah menyukai salak asal Indonesia. Kini, konsumen di 19 negara di dunia mencicip kelezatan buah tropis khas Indonesia. Itu berkat kegigihan perempuan kelahiran Jakarta, 14 Desember 1985, itu mengusung buah lokal di ranah internasional. Enam tahun sejak berdiri perusahaan yang mengusung label Java Fresh itu mengekspor ke negara Asia, Australia, dan Eropa.

Margareta menuturkan pasar terbesar yakni Eropa seperti Prancis dan Belanda, juga Tiongkok dan Australia. Saat ini, Java Fresh menguasai 70% pasar buah tropis terutama manggis di Prancis. Asia Tenggara dan Timur Tengah turut menjadi tujuan ekspor perusahaan yang berdiri pada 2014 itu.

Java Fresh menguasai 70% pasar buah tropis terutama manggis di Prancis.
(koleksi : Margareta Astaman)

Setelah enam tahun konsisten ekspor, pada 2020 Java Fresh merintis pasar dalam negeri untuk segmen buah premium. Margareta menyebutkan selain produk yang sudah lama ekspor, Java Fresh menawarkan sejumlah buah langka bagi konsumen domestik. Contohnya kenitu alias sawo durian Chrysophyllum cainito dan mangga lalijiwa Mangifera lalijiwa.

Konsumen dapat memperoleh buah Java Fresh melalui reseller di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sejumlah pasar daring seperti Tokopedia dan Blibli juga menyediakan produk Java Fresh. Buah untuk pasar domestik melalui prosedur sama ketatnya dengan produk ekspor termasuk kemasan. Bedanya, buah domestik dipetik untuk siap makan dalam 1—2 hari.

Menjelang akhir 2020, volume buah domestik tidak lebih dari 10% dari total penjualan Java Fresh. Sebetulnya kebutuhan buah tropis berkualitas cenderung meningkat. Perempuan yang kini genap berusia 35 tahun itu mengamati tren global setidaknya terdapat 20% peningkatan konsumsi buah tropis setiap tahun. Konsumen domestik pun makin paham kualitas buah tropis.

Panen sepanjang tahun

Sejatinya Indonesia memiliki kekuatan sebagai produsen buah tropis. Wilayah kepulauan yang terbentang luas menyebabkan adanya perbedaan musim buah di setiap pulau. Margareta paham betul dengan hal itu dan mengikuti musim buah dari satu daerah ke daerah lain. Itu yang membuat Java Fresh sanggup menyediakan buah sepanjang tahun. Kekuatan itu tidak dimiliki produsen lain seperti Thailand atau Vietnam.

Tak hanya itu, Margareta mengapresiasi sistem pertanian konvensional yang masih banyak diterapkan petani. Mereka menggunakan pestisida dan pupuk anorganik dalam jumlah yang sangat terbatas termasuk bahan kimia tambahan untuk pascapanen. Dengan demikian, tanah menjadi relatif subur dan memungkinkan menjadi pertanian organik.

Terbukti, selama ini produk Java Fresh tidak pernah mengalami masalah takaran residu pestisida ketika ada pengujian di negara tujuan. Adapun beberapa aspek kualitas standar meliputi kematangan buah saat petik dan tampilan luar. Tingkat kematangan buah bergantung pada lama perjalanan dan peningkatan kadar gula dalam buah itu sendiri. Sementara itu, tampilan buah terlihat dari sedikit banyaknya burik, tanpa luka atau lecet, dan bebas hama.

Margareta mencontohkan jeruk purut sebaiknya dipetik saat tingkat kematangan 50%. Khusus tampilan, burik tidak boleh lebih dari tiga titik dengan lebar maksimal 1 mm. Selain itu, jeruk purut harus bebas hama dan tidak memar. Selain itu, Eropa dan Australia mensyaratkan lebih tinggi yakni tersertifikasi Global Good Agricultural Practice (GAP) dan sertifikasi tanggung jawab sosial.

Tampilan luar dan kematangan saat petik menentukan kualitas buah. (koleksi : Margareta Astaman)

Java Fresh bermitra dengan kelompok tani dan pemasok yang tersebar di tiga pulau. Adapun lokasinya yakni di Sumatera Barat (Payakumbuh), Jawa Barat (Tasikmalaya), Yogyakarta (Sleman), Jawa Timur (Banyuwangi), dan Bali.

Ketika korona mewabah, beberapa sektor ekonomi mengalami penurunan. Sebaliknya, permintaan buah tropis justru meningkat. Namun, peningkatan permintaan itu diiringi dibatasinya frekuensi pengiriman melalui udara dan laut. Biaya kirim melambung 2—3 kali lipat. Itu menyebabkan buah Java Fresh lebih mahal. Margareta pun menyayangkan tahun ini belum dapat meningkatkan target volume ekspor secara optimal. Tercatat omzet Java Fresh naik 20% pada semester pertama 2020 lalu turun pada semester kedua. Hal itu lantaran gelombang kedua covid-19 di Eropa yang mengharuskan adanya karantina wilayah. (Sinta Herian Pawestri)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img