Tuesday, November 29, 2022

Buah Merah Papua

Rekomendasi

  1. Tulang paha kasuari atau babi yang kuat dan tajam bagi masyarakat Wamena, Papua, multifungsi. Alat-alat itu ibarat pisau atau pedang. Mereka kerap menyelipkan di pinggang. Salah satu faedah tulang kasuari itu adalah untuk membelah buah merah dan menghilangkan empulur. Mereka membelah buah menjadi 2 bagian. Buah ditusuk-tusuk mengikuti alur melintang hingga antartitik tusukan saling bertemu. Setelah buah terbelah menjadi dua, lalu dengan pengerok kawat, sedikit demi sedikit empulur dibuang. Untuk pekerjaan ini perlu 56 menit per buah. 293
  2. Yurika tersenyum ketika memasukkan buah merah hasil buruannya di Kelila. Ia bersama 3 rekannya menyewa sebuah mobil Rp1-juta untuk mengangkut buah merah ke Wamena yang ditempuh 2 jam. Pedagang buah merah memasarkan kuansu alias buah merah di Pasar Jibama, Wamena. 294
  3. Buah merah mengandung tokoferol 11.000 ppm yang mampu menangkal radikal bebas. Tingginya kandungan tokoferol menjadi benteng pertahanan terhadap serangan penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, darah tinggi, dan kanker. 295
  4. Buah merah tanpa empulur, biasanya bobot berkurang 35%. Pembuangan empulur memperingan pedagang buah merah di sentra Wamena, Papua. Pembuangan empulur sekaligus membuat buah merah lebih awet. Lagi pula empulur belum dimanfaatkan sebagai obat atau bahan pangan. 296
  5. Mengangkut buah merah dari dalam hutan 297
  6. Minyak buah merah siap konsumsi. Riset membuktikan bahwa minyak buah merah terbukti khasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab ekstrak buah merah mengandung senyawa yang berfungsi sebagai macrofag activating factor (MAF). MAF adalah senyawa yang dapat mengaktifkan fungsi makrofag sebagai sel pertahanan tubuh. Makrofag memakan antigen berupa bakteri, virus, atau toksin. Para ahli gizi memperkirakan kebutuhan harian vitamin A melalui asupan betakaroten 4,5 mg, sedangkan kebutuhan harian alfa-tokoferol berkisar 2,615,4 mg, serta vitamin C berkisar 5002.000 mg/hari. Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi melalui konsumsi harian buah dan sayuran serta konsumsi buah merah sebanyak 12 sendok makan per hari. 298
  7. Para pedagang di pasar Timika, ibukota Kabupaten Mimika, Papua. Pada 2005 harga sebuah buah merah mencapai Rp350.000 per buah. Padahal, sebelum 2005, praktis buah merah tak ada harganya. Tingginya harga buah merah itu antara lain karena terungkapnya khasiat buah merah untuk mengatasi beragam penyakit. 299
  8. Kunci agar khasiat buah merah terjaga adalah pada proses pengolahan. Khasiat buah merah ada di pigmen merah yang rusak jika dipanaskan pada suhu 160oC. Oleh karena itu pemanasan dalam pengolahan buah merah hendaknya di bawah suhu itu. 300
  9. Buah merah siap olah setelah berumur 6 bulan sejak pentil. Cirinya, warna permukaan buah merah marun dan biji mudah dicabut. Di Papua terdapat sekitar 25 jenis kuansu alias buah merah. Sayang, tak semuanya mengandung gizi tinggi. 301
  10. Deretan honai rumah adat masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem, Wamena, Papua, tak jauh dari Pasar Sinakma. Honai terbuat dari ilalang dan berbentuk setengah lingkaran. Sekilas bentuknya mirip jamur setinggi 4 meter. 302
  11. Suku di pedalaman Wamena, Papua, mencari buah merah yang mengandung betakaroten 3 kali lebih tinggi dibanding wortel yang selama ini dikenal sebagai sayuran berkadar betakaroten tertinggi. Anggota famili Pandanaceae itu juga mengandung alfatokoferol sekitar 1225 kali lebih tinggi daripada alpukat dan bayam yang kandungan alfa-tokoferol tertinggi dalam kelompok buah dan sayuran. Selain itu vitamin dalam buah merah 100% dapat diserap tubuh. Bandingkan dengan vitamin dari buah dan sayuran yang hanya 40%. 303
  12. Pohon buah merah di hutan di Wamena, Papua. Secara tradisional masyarakat Papua menyukai buah merah berwarna merah yang tumbuh di dataran tinggi seperti Wamena. Selain di dataran tinggi, buah merah juga tumbuh di dataran rendah. 304
  13. Prevalensi penderita xeropftalmia alias kekurangan vitamin A di Papua jauh lebih kecil ketimbang di Jawa sekalipun. Rahasianya, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua terbiasa melahap buah merah yang kandungan betakarotennya mencapai 700 ppm. Oleh glukosa zat itu diubah menjadi vitamin A. 305
Previous articleKarimunjawa
Next articleKebumen (GUA)
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img