Thursday, July 25, 2024

Budidaya Cabai Pakai Irigasi Tetes Tingkatkan Hasil 100%, Catat Biaya Investasinya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Budidaya cabai dengan irigasi tetes membuat  hasil panen cabai milik Nurkholis Hermawan meningkat 100%. Petani di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu memeroleh 2 kg cabai pertanaman. Sebelumnya hanya 1 kg pertanaman.

“Panen meningkat 2 kali lipat,” kata Nurkholis. Ia menuturkan  hasil panen mencapai 44 ton per hektare (ha). Sebelumnya paling banter hanya 22 ton per ha. Populasi mencapai 22.000 tanaman per ha dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm.  Omzet  perniagaan cabai melambung.

Menurut Nurkholis biaya investasi irigasi tetes Rp14 juta per ha. Biaya awal itu terbilang ekonomis lantaran cabai bisa meningkat 100%. “Balik modal pada panen perdana,” katanya. Menurut Nurkholis irigasi tetes bertahan 3 tahun setara 5—6 kali periode budidaya cabai.

Ia menuturkan biaya produksi budidaya cabai irigasi tetes dan konvensional sebetulnya sama Rp150 juta—Rp200 juta per ha. Namun, pada budidaya konvensional ada biaya lebih untuk upah pekerja ketika penyiraman dan pemupukan.

Penyiraman tanaman 2 kali sehari saat kemarau memerlukan 20 orang per ha. Sementara pemupukan mencapai 11 kali dalam satu periode budidaya. Petani memerlukan 20 tenaga kerja untuk memupuk tanaman cabai per ha selama 1 hari.

Sejak menggunakan irigasi tetes. Nurkholis mengalokasikan biaya penyiraman dan pemupukan untuk bahan bakar irigasi tetes dan pompa. Menurutnya kelebihan irigasi tetes hasil panen meningkat dan angka layu akibat kekurangan air menurun.

Nurkholis menyalakan mesin irigasi itu selama 2 jam berselang 2 hari pada sore hari saat kemarau. Saat musim hujan penyiraman berselang 5 hari sembari pemupukan. Pemupukan intensif terutama sejak umur 50 hari setelah tanam (hst).

Musababnya tanaman memasuki fase pembungaan dan pengisian buah. Nurkholis melarutkan NPK pada sebuah embung mini. Larutan pupuk pada embung mini itu kemudian mengalir ke selang fertigasi. Lubang penyiraman selang 25 cm, sehingga irigasi merata.

Menurut Nurkholis kebutuhan NPK 5 ton per ha per musim. Pemberian hingga 10 kali sejak 50 hst. Jadi, pemberian per sekali pemupukan 500 kg per ha.  Menjelang tanaman berbunga, ia memberikan NPK denegan unsur K atau kalium tinggi.

Tidak semua pupuk diaplikasikan menggunakan fertigasi. Pasalnya, Nurkholis memberikan pupuk dasar Phonska dengan cara menugal pada 35 hst. Kebutuhan pupuk dasar 2 ton phonska per ha.

Serangkaian metode itu terbukti meningkatkan panen hingga 100%. Panen perdana saat 120 hst. Bisa petik hingga 68 kali sampai umur sekitar 210 hst.

Dapatkan Majalah Trubus Edisi 635 Oktober 2022 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus  mengulas lengkap mengenai inovasi pada tanaman cabai.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img