Budidaya Kacang Tanah Organik :Cegah Cendawan Fusarium

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Saat musim hujan tanaman kacang tanah rentan terkena serangan cendawan Fusarium sp penyebab layu. Maklum, setelah hujan kelembapan udara melebihi 80%, kondisi itu cocok untuk perkembangan cendawan.

Apa lagi jika setelah hujan semalam, matahari bersinar penuh sehingga suhu mencapai kisaran 28—33o C. Selang beberapa hari, bisa dipastikan banyak tanaman terkulai akibat terserang cendawan fusarium itu. Untuk mencegah hal itui, Anda dapat budidaya kacang tanah secara organik.

Langkah pertama olah tanah pratanam yakni dengan membenamkan 10 ton pupuk kompos per hektare (ha). Selanjutnya buat bedengan selebar 120 cm dan tinggi 20—30 cm. Jarak antarbedengan selebar 15—20 cm untuk drainase air.

Langkah berikutnya menyemprotkan 30 liter larutan mikroorganisme lokal (MOL)—berbahan nasi— per ha. Ia lantas membiarkan tanah selama 3 hari atau sampai tersiram hujan sekali..

Selanjutnya membenamkan benih sedalam 2—3 cm. Sehektar lahan memerlukan sekitar 50 kg benih dengan populasi 110.000— 160.000 tanaman per ha. Jumlah tanaman tergantung jarak tanam.

Anda dapat menggunakan jarak 20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm. Jika menanam di puncak musim hujan, renggangkan jarak tanam menjadi 30 cm x 30 cm untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selang 10 hari pascatanam, Anda dapat menyemprotkan larutan 30 l MOL berbahan bonggol pisang dan urine kelinci. Larutan itu cocok pada periode vegetatif karena memacu pertumbuhan tanaman.

Ulangi penyemprotan setiap 10 hari sampai 40 hari setelah tanam (hst). Pada 50— 80 hari setelah tanam (hst), semprotkan 30 l larutan MOL generatif berbahan buah dan keong ke daun setiap 10 hari.

Pada 15 hari dan 40 hari setelah tanam, lakukkan penyiangan. Tujuannya memaksimalkan aliran nutrisi untuk pengisian polong dengan menyingkirkan tanaman pengganggu. Bunga muncul pada 25—35 hari setelah tanam. Polong terbentuk setelah bunga dibuahi.

Saat muncul bunga, tanaman membentuk 6 cabang, dengan setiap cabang rata-rata mempunyai 2 ruas. Seiring perkembangan bunga di ketiak cabang, cabang mulai turun sampai akhirnya menyentuh tanah.

Dari setiap ruas cabang muncul ginofor—yaitu tunas-tunas akar yang kelak membentuk polong. Setelah ginofor pada ruas cabang kedua terbentuk selewat 40 hari setelah tanam Anda dapat membumbun cabang agar pembentukan polong sempurna.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Kopi Arabika Sridadi Brebes: Dari Cherry Rp10.000 ke Green Bean Rp165.000

Harga satu kilogram buah kopi arabika Sridadi Brebes atau coffee cherry di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Provinsi...

More Articles Like This