Biological Dome IPB Tangkis Serbuan Penggerek Batang Padi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Jika iron dome digunakan untuk menangkis serangan rudal, Fakultas Pertanian IPB University memiliki biological dome yang dirancang untuk menghadapi serbuan hama tanaman. Teknologi tersebut merupakan pengendalian hama terpadu (PHT) biointensif padi yang dikembangkan Prof. Suryo Wiyono, Guru Besar Ilmu Proteksi Tanaman IPB University, bersama tim.

Biological dome atau kubah biologi bekerja dengan membuat tanaman dan ekosistem di sekitarnya lebih tahan terhadap ledakan hama maupun penyakit. Teknologi itu terbukti efektif menghadapi serbuan hama penggerek batang pada lahan sawah seluas 10 hektare di Kecamatan Ciasem, Subang.

Keberhasilan tersebut terlihat ketika terjadi migrasi besar hama penggerek batang pada akhir Agustus 2026. Saat itu, hama menyerang ratusan hektare pertanaman di sekitar wilayah yang dipanen. Namun, pertanaman yang menerapkan teknologi PHT biointensif mampu bertahan.

“Teknologi PHT biointensif padi bekerja seperti kubah biologis atau biological dome, yaitu membuat tanaman, dan ekosistemnya tahan terhadap ledakan hama atau penyakit,” ujar Prof. Suryo.

Teknologi biological dome tidak hanya mengandalkan pestisida. Penerapannya mengintegrasikan sejumlah komponen, termasuk imunisasi benih menggunakan strain unggul plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan cendawan endofit.

Petani juga menambahkan bahan organik serta mengurangi penggunaan pestisida hingga 70%. Penggunaan pupuk pun dapat ditekan sebesar 15–30%.

Menurut Prof. Suryo, imunisasi PGPR dan cendawan endofit membantu tanaman menjadi lebih tahan. Ketahanan juga terbentuk pada ekosistem karena komunitas predator dan musuh alami hama tetap melimpah.

“Berkat imunisasi PGPR dan endofit, tanaman jadi bisa tahan. Ekosistemnya pun tahan karena komunitas predator dan musuh alaminya juga melimpah,” ungkap Prof. Suryo.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Ciasem, Mad Anwar, menilai teknologi tersebut perlu disebarluaskan karena menunjukkan hasil yang sangat baik.

Sementara itu, H. Syamsul, petani Ciasem yang telah menerapkan teknologi tersebut selama tiga musim, mengatakan tanaman lebih konsisten menghadapi serangan hama. Produksi padi pun lebih tinggi.

“Hasilnya konsisten lebih tahan hama dan produksi lebih tinggi. Harusnya teknologi IPB ini diterapkan dalam skala luas,” ujar Syamsul.

Prof. Suryo mengatakan penerapan biointensif padi di Ciasem menjadi salah satu bentuk pengembangan PHT yang menempatkan kesehatan tanaman dan keseimbangan ekosistem sebagai bagian penting dalam pengelolaan pertanian.

Ia berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan lebih luas sebagai alternatif pengendalian penggerek batang. Selain menekan serangan hama, penerapan biological dome diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi produksi padi.

Foto: https://www.ipb.ac.id/news/index/2026/09/teknologi-biological-dome-ipb-university-efektif-tangkis-serbuan-masif-penggerek-batang-padi/

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

BRIN Kembangkan Sengon Unggul Tahan Kekeringan dan Genangan

Trubus.id— Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sengon (Falcataria moluccana) unggul yang mampu bertahan pada kondisi kekeringan...

More Articles Like This