Wednesday, August 17, 2022

Bukan Cendera Mata Biasa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Paket benih sayuran dalam kemasan manis menjadi produk suvenir favorit pelanggan Hilda. (Dok. Hilda Lu’lu’in Nanda Alfira Devi)

Cendera mata bagi undangan pernikahan atau acara lain yang unik berupa benih, teh, atau kopi.

Trubus — Suvenir pernikahan lazimnya berupa sendok-garpu, gelas, atau tas. Hilda Lu’lu’in Nanda Alfira Devi dan calon suami yang menikah di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, memberikan suvenir benih sayuran kepada undangan. Jenisnya benih bayam hijau dan bayam merah. Setiap tamu menerima 25 gram benih yang dikemas elok. Di kemasan itu ada nama Hilda dan suami beserta tanggal pernikahan.

Hilda, Sarjana Perikanan alumnus Universitas Airlangga mengatakan, memberikan benih sebagai bentuk menyebar manfaat untuk melengkapi keutuhan pernikahan. Tamu undangan secara tidak langsung diberikan sumber pangan. Setelah hari pernikahan, banyak yang mengungkapkan rasa senang menerima suvenir berupa benih sayuran. Bahkan, beberapa orang menanyakan ketersediaan suvenir itu.

Peluang bisnis

Suvenir bambu rejeki digemari pasangan
mempelai etnis Tiongkok. (Dok. Hilda Lu’lu’in Nanda Alfira Devi)

Setelah menikah, Hilda melihat peluang bisnis suvenir pernikahan berupa produk pertanian seperti benih berbagai jenis komoditas (sayuran, bunga, dan herbal). Ia juga menyediakan suvenir sukulen, bambu rejeki, boneka horta, teh bunga, kopi, dan sedotan bambu, dengan harga yang sangat terjangkau. Rentang harga ragam suvenir unik produksi Hilda Rp1.800—Rp25.000 per barang dengan pemesanan minimal 100 buah.

Hilda kini tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membentuk badan usaha Almira Green Souvenirs. Kini Hilda menerima pesanan rata-rata 500 paket suvenir setiap hari. Paket benih sayuran daun menjadi produk favorit. Bahkan, sekarang reseller produk-produk Hilda tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Fakfak. Menurut perempuan berumur 30 tahun itu, kelarisan produk suvenir unik berbasis pertanian dampak dari tren gaya hidup masyarakat. Calon pengantin ingin memberikan suvenir khas yang bernuansa kembali ke alam, sehat, dan ramah lingkungan.

Redha Taufik Ardias juga mengembangkan produk suvenir pernikahan berupa kemasan berisi teh khusus atau specialty tea. Ia terinspirasi dari budaya pernikahan Tiongkok yang mengenal teh pai, yakni ibu pengantin perempuan memberikan secangkir teh kepada menantu lelakinya sebagai simbol harapan. Redha membuat campuran teh yang cita rasanya mampu menggambarkan kisah kasih atau harapan kedua mempelai.

Contoh kemasan teh khusus sebagai suvenir pernikahan dalam bentuk kaleng. (Dok. Redha Taufik Ardias

Terdapat 50 jenis teh lokal Indonesia dengan kualitas premium hingga specialty serta 50 bahan keringan tisane—seduhan selain tanaman teh—yang bisa dipadukan untuk mendeskripsikan kedua pengantin. Setiap bahan-bahan campuran dapat diasosiasikan dengan suatu perlambangan sifat. Redha selalu memberikan campuran teh yang mempunyai purnarasa atau aftertaste manis.

Meski demikian Redha memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk memilih bahan-bahan campuran teh. Redha mendampingi supaya cita rasa tetap nikmat. Kemasan suvenir teh Sila Tea mencakup nama campuran teh nya yang ditentukan oleh masing-masing pelanggan, narasi mengenai nama campuran teh, bahan-bahan teh campuran, anjuran cara penyeduhan, dan informasi produk seperti berat bersih dan tanggal kadaluwarsa.

Desain kemasan teh disesuaikan dengan tema acara pernikahan klien. Kisaran harga, sesuai dari bahan-bahan yang digunakan, jumlah paket, dan bentuk kemasan, mulai Rp10.000—Rp90.000 per buah dengan pemesanan minimal 250 buah. Redha rutin menerima orderan suvenir specialty tea untuk penikahan dan acara lain, 2—4 acara per bulan. “Konsumen mulai bergeser untuk memberikan suvenir pernikahan yang sifatnya memberikan pengalaman, untuk dirasakan, dan langsung dimanfaatkan,” kata Redha.

Suvenir kopi

Kemasan coffee drip bag untuk Idul Fitri yang diproduksi Riska Damayanti. (Dok. Riska Damayanti)

Riska Damayanti dan Dian Natalina juga memproduksi suvenir yang memberikan cita rasa bagi para penerimanya. Mereka memanfaatkan bahan utama bubuk kopi dalam kantong tetes atau coffee drip bag. Mereka menggunakan 4 jenis yaitu arabika kintamani dan toraja, serta robusta gayo dan gampit. “Empat varian itu memang yang penjualannya paling top di Indonesia,” kata Riska.

Kemasan kopi amat cantik, berseni, etnis, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara. Itulah yang membuat para pelanggan Riska puas dengan produk suvenir kopi kantong tetes. Harga satuan kopi kantong tetes Rp15.000 per kemasan. Riska juga menyediakan paket boks berisi 10 seharga Rp150.000 per boks. Jika ingin membuat suvenir berdesain khusus, pemesanan minimal 50 kemasan.

Riska rutin menerima pesanan suvenir kopi untuk berbagai acara dan kartu ucapan hari raya. “Ada pelanggan kami yang memesan untuk kartu ucapan personal hari Lebaran kepada keluarga-keluarganya. Kami buatkan desainnya, tulisan selamat hari Lebaran, dan nama pemberi,” kata Riska. Perempuan 31 tahun itu juga dapat membuat racikan khusus untuk kopinya. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img