Trubus.id—Bulu penyambung memperbaiki performa terbang burung paruh bengkok. Bulu paruh bengkok disambung karena rusak. Akibatnya mengganggu kemampuan terbang. Padahal acara terbang bebas (free fly) itu agenda rutin pehobi paruh bengkok.
Dalam perhelatan mingguan itu penggemar membiarkan paruh bengkok terbang lalu kembali kepada sang pemilik. Terbang bebas bermanfaat untuk burung. “Aktivitas terbang melatih otot burung sehingga tetap lentur,” tutur pehobi dan praktisi paruh bengkok di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Darmawan Tejo Utomo.
Menurut Darmawan aktivitas terbang bebas juga membakar kalori sehingga burung tidak kegemukan. Kerusakan bulu sayap membuat burung terpaksa tidak terbang bebas. Menurut Darmawan pemicu utama kerusakan bulu yakni perilaku burung itu sendiri maupun burung lain.
Mereka bisa menyakiti diri sendiri kalau pemilik kurang perhatian. Kadang burung menyerang sesamanya dengan paruh ataupun cakar. Secara alami bulu yang rusak memerlukan 2—3 bulan untuk pulih sempurna.
Maka perlu adanya penyambungan bulu, bulu. Yang paling memengaruhi kemampuan terbang yaitu bulu sayap dan ekor. Sayap untuk mengangkat tubuh, melesat, berbelok, dan hinggap. Makin dekat bulu rusak dengan ujung sayap semakin mengganggu terbang burung.
Sementara ekor membantu manuver berbelok dan mengerem saat hinggap. Bulu di kedua bagian itulah yang lazim disambung saat rusak. Darmawan menggunakan bulu asli sesama paruh bengkok. Ia mengumpulkan dari burung yang berganti bulu (mabung) sebagai bahan menyambung.
Caranya bulu yang rusak ia potong di ujung agar mudah disatukan dengan bulu sambungan. Selanjutnya ia memotong pangkal bulu sambungan, menyesuaikan dengan potongan sisa bulu asli.
Ia menuturkan, “Prinsipnya menyambungkan bulu asli dengan penyambung. Bulu asli harus ada, kalau tidak saya tidak bisa menyambung”. Kedua bulu ia satukan dengan potongan bambu kecil lalu ia lekatkan dengan lem.
Arah bulu sambungan mengikuti bulu asli. Persambungan lantas ia haluskan dengan ampelas agar tidak mudah rusak saat burung grooming. Setelah kedua bulu itu melekat sempurna, ia membentangkan sayap burung lalu mengatupkannya kembali untuk memastikan persambungan tidak menyangkut.
Selanjutnya bulu yang disambung itu lepas sendiri seiring pergantian bulu. Penyambungan setangkai bulu perlu sekitar 10 menit. Darmawan membatasi jumlah bulu yang disambung maksimal 6 helai di tiap sisi atau 12 helai di kedua sisi.
Lebih dari itu justru mengganggu terbang karena beban bambu penyambung. Lagipula kalau kerusakan hanya di satu sisi, burung masih bisa terbang walau miring. Penyambungan banyak bulu bertujuan sekadar estetika bukan lagi fungsi terbang.
Semua jenis paruh bengkok bisa disambung bulu, tetapi tidak untuk semua umur. Darmawan membatasi umur minimal 7 bulan atau bulu sudah tumbuh sempurna.
