Trubus.id — Petani bisa mempercepat duku berbuah, caranya dengan menggunakan bibit unggul bersertifikat. Sebelum ditanam, buang lapisan tanah paling atas (top soil) setebal 15 cm. Top soil ini penuh penyakit dan gulma walaupun berkadar organik dan hara tinggi.
Galian sub soil atau tanah mentah digemburkan dan dicampuri pupuk hingga lapisan bawah. Buat lubang tanam 80 cm × 80 cm × 80 cm. Selanjutnya, masukkan pupuk fosfat SP-36 1–2 kg/lubang tanam.
Jika menggunakan NPK Hydro-Mutiara 16:16:16 dan 3 kg dolomit, pertumbuhannya lebih baik. Setelah itu, segera masukkan bibit duku dan disiram. Jarak tanam 7 m × 7 m sehingga populasi 1 hektare 200 tanaman.
Pemupukan setiap 3 bulan berupa 1/4 kg–1/2 kg kompos Mutiara per tanaman. Pupuk ditabur di atas permukaan tanah. Tidak perlu dibenamkan karena penggalian melukai akar yang menjadi pintu masuk cendawan patogen.
Jika tanaman sudah besar dan rimbun, tambahkan kalium nitrat KNO3 3 kg/pohon. Lakukan pemangkasan dahan kecil. Pertahankan dahan yang besar, kuat, dan sehat karena duku akan muncul di dahan tersebut.
Kadang, bantalan bunga di dahan besar sering rusak karena sering diinjak, padahal itu calon buah. Supaya bunga yang keluar banyak tambahkan 10–20 gram borax/pohon pada kanopi pohon. Bunga tidak akan berguguran bila Ca dalam tanah cukup. Ketika pentil, pemupukan harus dilipatgandakan agar produksi tinggi dan buah berukuran besar.
Pupuk kandang diberikan lagi setelah tanaman berumur 6 bulan. Jika tidak ada pupuk kandang, dapat diganti dengan kompos, humus, atau gambut. Seluruh bahan organik tadi diaduk.
Tanaman umur 1 tahun mulai diberikan NPK Hydro-Mutiara 16:16:16 pupuk ini terdiri atas unsur hara mikro 16% N, 16% P2O5, dan 16% K2O. Beberapa unsur hara lambat meresap karena mobilitasnya payah, misalnya P, Ca, dan unsur-unsur mikro lainnya. Namun, lambat-laun sampai juga ke akar asal tanah tidak kekurangan air.
