Trubus.id—Biasanya Candralela dan Budiarto memanen madu dari sisiran siap panen di kotak lebah atau stup. Pasangan peternak lebah di Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi itu memiliki teknik baru memanen madu.
Mereka hanya cukup memutar tuas, lalu menunggu hingga madu mengalir keluar lewat kran. Madu pun siap untuk dikemas. Teknik yang tergolong baru di Indonesia itu dinamakan sistem flow hive.
Sebetulnya sistem flow hive banyak dikembangkan di Australia karena lebih praktis dan efisien. Bahkan, produksi madu pun lebih steril karena tidak bersentuhan dengan manusia.
Pada saat panen, madu langsung keluar dari sarang dan peternak langsung mengemas dalam botol. Bentuk kotak yang menerapkan sistem flow hive sebetulnya hampir sama dengan kotak konvensional.
Perbedaannya yaitu kotak flow hive terdiri atas dua tingkat. Di bagian atas terdapat 7 bingkai (frame) yang terbuat dari plastik. Bingkai itu dibentuk heksagonal sehingga mirip sarang lebah. Pada kotak bagian atas juga terdapat bingkai kaca di tiga sisi kotak untuk memantau kondisi bingkai.
Bingkai kaca itu bisa dibuka-tutup. Dengan begitu peternak dapat melihat apakah sarang buatan sudah terisi madu atau belum dan siap panen. Jadi, peternak tidak perlu mengangkat bingkai sarang satu per satu untuk mengecek kondisi sarang. Meski sarang pada sistem flow hive buatan, lebah mau mengisi sarang dengan madu.
“Pada saat pertama kali mencoba alat itu, hanya dalam waktu 2 bulan lebah mengisi sarang dengan madu,” tutur Budiarto.
Pada saat hendak memanen madu, cukup putar tuas dengan kunci yang diberikan sepaket pada saat pembelian kotak flow hive. Madu pun mengalir lewat bagian bawah yang terdapat saluran menuju kran.
Saat kran dibuka madu pun langsung mengalir melaui pipa. Peternak bisa langsung menyediakan botol, tanpa harus menggunakan alat ekstraktor. Menurut Budiarto sebaiknya tidak mengambil semua madu saat panen, tetapi harus menyisakan sedikit untuk makanan lebah.
Setelah panen, koloni lebah siap mengisi sarang. Kemudian beralih ke bingkai berikutnya yang dipanen. Begitu seterusnya hingga ke-7 bingkai selesai dipanen semua. Menurut Budiarto madu hasil panen dengan sistem flow hive tak kalah berkualitas dengan produksi sebelumnya. Itu dilihat dari kadar enzim diastase.
Menurut peneliti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Susetiyany Ichsan, aktivitas enzim diastase adalah salah satu uji kimia yang menentukan keaslian dan kualitas madu.
Enzim diastase adalah enzim yang dihasilkan oleh lebah saat pematangan madu. Enzim itu menentukan pola gula pada madu karena berfungsi mengonversi polisakarida menjadi monosakarida. Aktivitas enzim diastase ditentukan dengan Diastase Number (DN).
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8664 : 2018, aktivitas diastase dalam madu budidaya tidak boleh kurang dari 3 DN dan madu hutan tidak boleh kurang dari 1 DN. Candra mengatakan, aktivitas enzim diastase madu produksinya mencapai 15 DN.
Pantas bila 5 ton madu produksi Rumah Madu Hutan Jambi—perusahaan madu milik Candra—hingga saat ini menembus pasar Singapura. Sayangnya, alat itu belum banyak berkembang di Indonesia. Kotak lebah yang menerapkan sistem flow hive harus diimpor langsung dari Australia.
