Trubus.id — Ada 2 cara untuk membuat sapi melahirkan anak kembar: seleksi genetik dan pemakaian hormon.
Seleksi genetik dimulai dari mengumpulkan betina produktif yang minimal telah sekali melahirkan anakan kembar. Sapi-sapi itu kemudian dikawinkan dengan harapan melahirkan anakan kembar juga.
Sementara jika melalui manipulasi hormonal maka tidak perlu memakai betina yang punya riwayat kembar. Yang terpenting telah sekali melahirkan dan dalam kondisi sehat. Syarat lain: ovarium kiri dan kanan normal. Artinya sapi betina tidak mengalami gangguan di organ reproduksi seperti kista.
Manipulasi hormon dilakukan minimal 60 hari sejak post partus—waktu pemulihan setelah melahirkan. Dua jenis hormon yang bisa dipakai yakni Pregnant Mare Serum Gonadotrophin (PMSG) dan Folliun Serum Hormone (FSH). Hormon PMSG berperan mendukung proses perkembangan sel telur (folikulogenesis) dan merangsang ovulasi (birahi).
Aplikasi hormon PMSG melalui sinkronisasi estrus dan ovulasi yang diawali dengan memacu birahi. Pada sinkronisasi estrus birahi dipacu dengan menyuntikkan 5 cc/intra muskular (IM) hormon prostagladin. Selang 4 hari betina birahi.
Ulangi perlakukan pada hari ke-11 bila betina belum birahi. Selang 10 hari setelah birahi, suntikkan 800–1.000 IU PMSG. Lalu periksa jumlah corpus luteum (badan kuning atau struktur endokrin sementara pada mamalia) secara rektal pada hari ke-19.
Nah, lakukan deteksi kebuntingan dengan palpasi rektal (memasukkan tangan melalui anus) atau digital ultrasonik diagnotic imaging system. Saat bunting jumlah pakan untuk betinaminimal 3% dari bobot tubuh dengan perbandingan 85% hijauan dan 15% konsentrat.
Itu agar skor kondisi tubuh tinggi, sekitar 6—8. Sementara pada sinkronisasi ovulasi, birahi dirangsang dengan menyuntikkan1 cc hormon GnRH, lalu sepekan kemudian 5 cc prostaglandin.
Hari ke-10 suntikkan GnRH dengan dosis sama. Pada hari ke-11 sapi sudah mengalami ovulasi atau birahi. Penggunaan hormon FSH melalui metode sinkronisasi ovulasi mirip dengan PMSG. Dimulai dengan memacu birahi melalui suntikan 5 cc hormon GnRH I, lalu sepekan kemudian sapi disuntik 5 cc hormon prostaglandin.
Untuk pemakaian hormon FSH lebih mahal dibandingkan dengan hormon PMSG. Meski demikian angka itu setimpal dengan hasil yang diperoleh untuk mendapatkan sapi melahirkan anak kembar.
