Menghasilkan sirsak berkualitas bagus membutuhkan perawatan kebun yang konsisten dan teknik budidaya yang tepat. Buah yang ideal memiliki bentuk gilig lonjong simetris dan ukuran besar dengan bobot rata-rata lebih dari 2 kg per buah. Ciri buah bermutu prima lainnya yakni daging tebal, kering, tidak berair, serta bercita rasa manis tanpa masam. Kualitas seperti itu tidak muncul begitu saja, melainkan hasil pengelolaan tanaman secara serius.
Langkah utama yaitu menjaga kesehatan tanaman melalui sanitasi kebun. Gulma dibersihkan agar tidak menjadi tempat persembunyian organisme pengganggu tanaman. Lubang biopori dibuat untuk memperbaiki kondisi tanah, batang dikapur, dan rumpun serai ditanam di sekitar area kebun.
Sanitasi penting untuk mencegah serangan penyakit seperti antraknosa dan busuk batang yang dapat menyebabkan buah busuk, keriput, dan produksi menurun. Terutama pada kebun yang lembap.
Kebutuhan nutrisi dipenuhi dengan pemberian pupuk kandang dan pupuk organik. Jenis dan jumlah pupuk disesuaikan dengan kondisi lahan agar pertumbuhan optimal dan pembentukan buah maksimal.
Selain itu, penyerbukan buatan menjadi kunci mutu buah. Serbuk sari yang telah masak dikumpulkan pada pagi hari, lalu dioleskan ke kepala putik pada waktu yang tepat. Cara ini membuat pembuahan berlangsung sempurna sehingga bentuk buah lebih simetris, ukuran lebih besar, dan kualitas sirsak meningkat.
Berikut ini cara detail penyerbukan buatan pada sirsak:
- Ambil serbuk sari dalam wadah menggunakan kuas kecil.
- Buka kelopak dan mahkota bunga. Upayakan agar keduanya tidak patah atau rusak. Putik masak berciri agak basah saat diraba.
- Oleskan kuas berisi serbuk sari ke kepala putik secara merata.Usahan satu olesan saja untuk menghindari rusaknya kepala putik. Lepas jari tangan sehingga kelopak dan mahkota menutup kembali.
- Tanda penyerbukan berhasil jika bagian yang dioles berwarna cokelat tua. Selang 105 hari dari penyerbukan sirsak siap panen. Cirinya warna buah hijau muda, duri menrenggang dan lenih lunak, serta buah lebih empuk.
