Trubus.id—Tanaman-tanaman aglaonema apik menjadi jawara kontes nasional berkat perawatan intensif. Menurut pehobi asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Fandi Restiawan, “Mempertahankan keutuhan daun model rumpun hingga besar itu tidak mudah,” katanya.
Ia menuturkan semula susunan rumpun dan tangkai setiap tanaman aglaonema tidak rapi. Ada anakan yang menjauh dari induk. Arah tangkainya saling bertubrukan. Ia berupaya merapikan barisan rumpun dengan menyokong tanaman menggunakan stirofoam.
Fandi membelokkan arah tangkai daun yang tidak beraturan dengan memijat tanaman secara perlahan. Pehobi itu memijat tangkai tanaman sebelum penyiraman. Alasannya jika kandungan air tinggi, tanaman cenderung mengeras. Akibatnya tanaman patah ketika pemijatan.
Pemilik Novia Garden itu memijat tanaman setiap hari selama dua pekan sebelum kontes. Ketika tanaman stabil, ia memberikan NPK seimbang berinterval tiga bulan sekali. Dosisnya 2 sendok makan per tanaman dengan cara menabur di tepian pot.
Selain itu Fandi juga menyemprotkan insektisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Daun aglaonema rentan terserang ulang yang menyebabkan berlubang. Frekuensi penyemprotan sekali sepekan.
Fandi membersihkan bercak bekas semprotan insektisida di daun itu dengan menyemprotkan larutan sabun pencuci piring. Lalu ia membilas dengan menyemprotkan air bersih dan mengelap perlahan menggunakan kapas.
Penyiraman tanaman cukup dua hari sekali dengan pengocoran. Jika air yang keluar dari dasar pot masih kecokelatan, menandakan media tanam asam. Penyiraman terus dilakukan sampai tetesan air bening.
Saat perjalanan ke lokasi kontes, Fandi tidak menutup semua bagian tanaman karena mengakibatkan daun kekurangan oksigen. Perlindungan tanaman cukup menggunakan kardus yang mengitari bagian pot dan tinggi tanaman, bagian atas tetap terbuka.
