Trubus.id— Menangkarkan cucakrawa memang cukup sulit. Jangankan menghasilkan piyik. Membuat sepasang induk mau akur serumah saja perlu waktu 2—3 bulan. Seringkali sudah didekatkan berbulan-bulan alih-alih akur, malahan berkelahi.
Berikut adalah cara sukses menangkarkan cucakrawa. Cucakrawa siap dijodohkan minimal umur 1 tahun. Namun, sebelum dijodohkan mereka diletakkan di dalam sangkar tertutup kain. Perlakuan ini terutama untuk burung yang masih terlihat liar. Sedikit demi sedikit kain disingkap agar ia segera beradaptasi dengan lingkungan baru.
Beberapa hobiis lebih suka memilih pasangan asal satu induk. Selain jarang berkelahi, mereka juga lebih mudah akrab. Namun hobiis lain juga ada yang menghindari cara itu. Alasannya karena khawatir kalau kekerabatannya terlalu dekat kualitas anakan turun.
Burung yang akan dijodohkan, sangkarnya didekatkan. Lokasi sebaiknya jauh dari lalu lalang orang agar acara perkenalan tak terganggu. Keduanya akan saling bersahutan saat berkicau jika memang sudah jodoh. Saat itulah mereka dapat diboyong ke kandang penangkaran.
Beberapa hari kemudian, begitu keduanya selesai membangun sarang, sang betina pun segera bertelur. Selama 2 minggu sepasang cucakrawa mengerami 2—4 butir telur secara bergantian. Sekeliling kandang ditutup terpal agar burung tak terganggu dan stres selama mengeram. Semakin tertutup kandangnya, kian baik.
Umur 1—2 minggu mata piyik mulai terbuka dan tumbuh bulu jarum di sekujur tubuh. Jangan keburu gembira jika piyik berhasil menetas dan mulai mau makan. Sebab tak jarang piyik mati lantaran induk cenderung malas meloloh.
Untuk mencegahnya, setelah umur 2 minggu pindahkan piyik ke sangkar gantung. Sekeliling sangkar dikerudungi kain dan dipasangi lampu 20 watt agar suhu tetap hangat. Setiap kali mulai “berteriak-teriak” tanda lapar, penangkar harus segera meloloh dengan campuran voer dan kroto berselang-seling dengan jangkrik .
Sebelumnya buang dulu kaki belakang yang bergerigi agar pencernaan piyik tidak rusak. Tiap pukul 08.00, piyik dijemur selama 30 menit untuk memperkuat daya tahan tubuh. Umur 5—6 minggu piyik sudah bisa makan sendiri. Sebagai pakannya berikan pisang kepok putih dan pepaya setiap hari.
Minggu selanjutnya ia belajar terbang dan ngriwik (berkicau perlahan). Pada bulan ke-5 ia sudah mulai berkicau keras. Saat itulah ia mulai bisa dilatih. Dalam setahun seekor induk cucakrawa bertelur dan mengeram 4 kali. Setelah piyik disapih, sang induk segera bertelur lagi 2 bulan kemudian.