Trubus.id—Kemarau menjadi momok bagi pemilik gedung walet. Musababnya panen sarang walet menjadi anjlok. Kondisi itu makin parah ketika terjadi kebakaran hutan. Asap membuat walet makin merana.
Menurut praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya potensi penurunan panen saat kemarau hingga 60—70%. Artinya jika setiap bulan peternak memanen 10 kg sarang, produksi berpotensi turun menjadi 3—4 kg saat kemarau.
Ia menjelaskan terdapat beberapa faktor pemicu penurunan produksi yakni penurunan populasi serangga sebagai pakan dan kekurangan air minum walet.
“Kondisi bisa saja diperparah jika ada asap karena kebakaran hutan,” kata Harry.
Menurut Harry menggunakan pakan tambahan saja belum cukup sebagai solusi mengatasi kemarau. Selain pakan, walet juga membutuhkan minum.
Menyediakan penyemprot air atau pengabut bisa menjadi alternatif untuk menyediakan minum bagi si liur emas. Penyemprot air bisa diletakan di ruang putar atau di luar area gedung walet.
Harry menyarankan menyalakan penyemprot air 4 kali sehari saat kemarau, yakni pada pukul 11.00, 15.00, 17.00, dan 18.00. Penyemprot air menyala selama 15 menit.
“Tujuannya memberi walet minum dan menurunkan suhu gedung,” ujar Harry.
Suhu ideal gedung walet lebih rendah sekitar 4℃ dibandingkan dengan suhu luar. Terlalu dingin atau terlalu panas membuat walet tidak betah. Namun, Harry mengingatkan peternak tidak boleh menggunakan sembarang air.
“Harus air bersih, air mengandung logam berat terlarang karena digunakan sebagai air minum walet,” katanya.
Lantas bagaimana mengatasi adanya asap? Harry menyarankan peternak menggunakan sensor asap di gedung walet. Sensor asap akan terintegrasi dengan sprayer, sehingga jika ada asap masuk air akan segera menyala.
Ia menuturkan sprayer dipasang di langit-langit gedung walet untuk menyemburkan air ketika sensor asap menyala. Ibarat sistem sprinkel pemadam kebakaran di gedung.
“Asap bisa kalah dengan air,” kata alumnus Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan itu.
Kelebihan lainnya menjaga suhu dan kelembapan ideal di gedung walet. Kelembapan ideal 88—90%, jika di atas 90% disarankan menggunakan anticendawan agar makin optimal, Harry menyarankan menggunakan parfum sebagai tambahan.
Peletakan parfum di dekat lubang masuk dan pintu mengarah ke ruang inap. Tujuannya membuat si liur emas makin betah.
Pengalaman Harry kombinasi sprayer, pakan, dan parfum bisa meningkatkan produksi 40% saat kemarau dibandingkan dengan tanpa ada perlakuan. Potensi peningkatan hasil bisa hingga 50%—60 % saat musim hujan.
