Thursday, May 14, 2026

Cupang Cepat Berbiak

Rekomendasi
- Advertisement -
Kesehatan cupang dan kualitas air kunci sukses cupang berpijah.(foto :dok. Trubus)

TRUBUS — Kesehatan ikan, kualitas air, dan pakan merupakan faktor penentu keberhasilan pemijahan cupang.

Tidak ada aturan baku memijahkan cupang. “Belum tentu cara saya bisa dipraktikkan oleh orang lain,” kata penangkar cupang di Kota Bandar Lampung, Lampung, Stevanus Sihol. Cupang siap pijah paling cepat saat berumur 4 bulan. Pemijahan lebih optimal ketika Betta sp. berumur 6 bulan. Sihol menganalogikan perbandingan umur cupang ibarat pengantin usia muda dengan pengantin cukup umur.

“Kemampuan bertahan hidupnya pasti berbeda,” kata presiden Indo Betta Splendens Club (InBS) periode 2021—2022 itu. Pemijahan cupang sederhana. Apabila 1×24 jam cupang yang dipijahkan tidak bertelur, artinya belum jodoh. Sebetulnya cupang berkualitas rendah pun bisa menghasilkan keturunan bagus. Persentasenya saja yang berbeda. Sihol lazim memijahkan 10 pasang cupang setiap pekan.

Penangkar cupang di Kota Bandarlampung, Lampung, Stevanus Sihol.

Pakan berkualitas

Pemilik niaga cupang Betta Followers itu mempersiapkan betul kesehatan cupang jantan sepekan sebelum pemijahan. Caranya dengan pemberian pakan lebih banyak dan intensif. Jatah pakan yang tadinya 2 kali sehari menjadi 3 kali sehari. Harap mafhum, cupang jantan tidak makan selama 3 hari setelah betina bertelur dan 3 hari setelah telur menetas karena menjaha burayak.

Pemberian pakan yang cukup menjaga stamina cupang dan memengaruhi kualitas telur. Alumnus Teknik Industri, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatra Selatan, itu memberikan pakan 3 jenis pakan berbeda. Cupang mendapatkan kutu air (daphnia) untuk memenuhi kebutuhan protein setiap pagi. Adapun siang hari nafsu makan cupang lebih tinggi karena pengaruh suhu tinggi. Jadi Sihol memberikan pakan pelet.

Ia memastikan pelet habis agar kebersihan air terjaga. Sisa pelet mengotori air sehingga kesehatan cupang terganggu. Ia memberikan cacing sutra untuk memenuhi asupan lemak atau jentik nyamuk sebagai sumber kalsium pada sore atau malam. Sihol menggunakan madu murni untuk menghasilkan lebih banyak cupang jantan.

“Aplikasinya 3—5 tetes madu 2 pekan setelah telur menetas,” kata pria kelahiran Desember 1986 itu. Persentase keberhasilan dengan madu 30—50%. Berbeda dengan bantuan hormon yang menghasilkan 80% cupang jantan. Peneliti bidang genetika dan pemuliaan di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Kota Depok, Jawa Barat, Dr. Eni Kusrini, S.Si., M.Si., menyatakan madu dapat menghasilkan cupang jantan dengan persentase hingga 96% (baca: Trubus 619 Juni 2021/LII).

Kusrini menggunakan metode perendaman 30 ml madu per liter air pada fase embrio selama 10 jam. Lebih lanjut ia menuturkan, hormon atau bahan alami dibawa dalam aliran darah menuju organ target. Selanjutnya, steroid masuk ke dalam sel dan berikatan dengan reseptor khas (protein yang berada di dalam sitosel). Dampaknya protein mengalami perubahan konfirmasi saat berikatan dengan steroid.

Kualitas air

Selain pakan, kualitas air menentukan kesuksesan memijahkan ikan. Sihol mengganti air setiap 1—2 pekan untuk kolam. Beri cupang pakan setelah penggantian air lantaran saat itu ikan lahap. Selain Sihol, penangkar cupang di Kota Depok, Jawa Barat, Husin juga memperhatikan kondisi air untuk pemijahan cupang. Penangkar cupang hias sejak 1999 itu memastikan betul derajat keasaman (pH) air 6,3—6,8.

Ia memanfaatkan daun ketapang Terminalia catappa untuk menjaga pH air stabil. Lingkungan nyaman tidak menimbulkan stres sehingga cupang tumbuh sehat. Tidak ada jadwal khusus bagi Husin memijahkan cupang. Lazimnya pemijahan berlangsung jika ada wadah kosong. “Intinya beri jarak 2 pekan kalau induk mau dipijahkan lagi,” kata pria kelahiran September 1968 itu.

Madu alami meningkatkan persentase cupang jantan.

Cupang jantan siap berpijah biasanya mengeluarkan buih untuk tempat telur cupang. Husin kadang menambahkan buih dari cupang lain untuk cupang jantan yang sedang persiapan mengeluarkan buih. Hal itu mempercepat cupang berpijah. “Mengeluarkan buih itu saja sudah memakan waktu setidaknya 1 hari. Hingga bertelur bisa 2—3 hari.
Kalau ditambah buih bisa 24 jam sudah bertelur,” kata Husin. Sejauh ini ia tidak memanfaatkan hormon kimia sintetis atau bahan alami untuk pemijahan. Cukup dengan bantuan manusia dan pemijahan terjadi karena cupang itu mau berpijah. Husin rata-rata menuai 300—500 burayak dari sepasang cupang. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)


Artikel Terbaru

PFI Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional dalam Rapat Umum Anggota 2026

Trubus.id – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menegaskan peran strategis filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat...

More Articles Like This