Tuesday, December 16, 2025

Dairy Boost, Inovasi Mahasiswa IPB Tingkatkan Produksi Susu Hingga 30 Persen

Rekomendasi
- Advertisement -

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) IPB University menciptakan inovasi pakan tambahan bernama Dairy Boost. Produk ini dibuat dari ekstrak daun katuk, kunyit, dan mineral proteinat yang dikembangkan menggunakan teknologi nanoenkapsulasi.

Dairy Boost dirancang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas susu sapi perah sekaligus menjaga kesehatan ambing. Inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu yang selama ini masih tinggi.

Menurut perwakilan tim, Saffanah Noor Faradisa, ide Dairy Boost muncul dari permasalahan rendahnya produktivitas sapi perah di Indonesia. “Sekitar 78 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Selain itu, mastitis subklinis dan kualitas pakan yang rendah juga menjadi kendala utama,” ujarnya.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, penggunaan Dairy Boost terbukti mampu meningkatkan produksi susu hingga 30 persen. Produk ini juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab mastitis subklinis melalui uji zona hambat.

Pemilihan daun katuk dan kunyit sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Daun katuk mengandung terpenoid yang merangsang kelenjar susu, sementara kunyit memiliki senyawa kurkumin yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Kandungan mineral seperti Zn dan Se proteinat turut menjaga sistem imun dan memperkuat jaringan ambing.

Uniknya, tim memanfaatkan bagian daun katuk dan kunyit yang sudah tua sehingga tidak bersaing dengan bahan pangan manusia. Langkah ini menjadikan Dairy Boost sebagai inovasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Saffanah menjelaskan, salah satu tantangan dalam pakan ternak adalah rusaknya senyawa aktif di lambung sapi bagian rumen. “Teknologi nanoenkapsulasi menjadi solusi karena melindungi senyawa aktif agar tetap stabil hingga mencapai usus halus tempat penyerapan nutrisi terjadi,” katanya dilansir pada laman IPB University.

Teknologi ini memanfaatkan interaksi antara kitosan bermuatan positif dan sodium tripolyphosphate bermuatan negatif. Lapisan nano yang terbentuk mampu melindungi senyawa dari pH asam dan enzim, sekaligus meningkatkan efektivitas dan penyerapan zat bioaktif.

Dengan harga jual Rp35.000 per 200 gram dan dosis harian 20 gram per ekor, Dairy Boost dinilai efisien bagi peternak. “Peningkatan produksi susu bisa menambah pendapatan sekitar Rp17.500 per ekor per hari,” tutur Saffanah.

Ke depan, tim berencana mendorong Dairy Boost menuju produksi skala industri melalui kerja sama dengan peternak dan pihak industri. Mereka juga akan mempublikasikan hasil riset untuk memperkuat kredibilitas produk di kalangan akademisi dan masyarakat.

“Kami ingin berkontribusi pada peningkatan produksi susu nasional dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” pungkas Saffanah.

Foto: Dokm IPB University

Artikel Terbaru

Cuaca Ekstrem Warnai Libur Nataru, Pakar Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan

Cuaca yang kian tidak menentu mewarnai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang lazim dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata....

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img