Wednesday, January 28, 2026

Demi Insan Tetap Bugar

Rekomendasi
- Advertisement -

Penyedia layanan kesehatan berbasis pengobatan alami.

Ada sekitar 17 produk siap pakai yang dihasilkan PT Herbal Insani.
Ada sekitar 17 produk siap pakai yang dihasilkan PT Herbal Insani.

Brury Machendra memanfaatkan kamar depan rumah mertua berukuran 3 m x 3 m sebagai tempat pemeriksaan pasien pada 2007. Saat itu rata-rata 3 pasien yang datang berobat setiap hari. Kini Machendra tidak lagi praktik pengobatan herbal. Itu bukan karena pasien yang datang semakin sedikit. Bukan juga karena ia menutup tempat praktiknya. Bahkan sebaliknya. Bisnis kesehatan Machendra berkembang pesat.

Kini ia memiliki 3 klinik kesehatan masing-masing seluas 110 m², 192 m², dan 85 m². Ketiga bangunan itu berlantai dua dan semuanya berlokasi di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Bertambahnya jumlah klinik berbanding lurus dengan banyaknya pasien yang berobat. “Rata-rata 75 orang yang datang berobat ke ketiga klinik itu setiap hari,” kata pria berumur 41 tahun itu.

Penyakit degeneratif

Pabrik milik PT Herbal Insani memproduksi 45.000—60.000 kapsul sehari.
Pabrik milik PT Herbal Insani memproduksi 45.000—60.000 kapsul sehari.

Setiap klinik sudah beroperasi mandiri sehingga Machendra tidak terlibat langsung lagi dalam kegiatan pengobatan. Kini terapis berpengalaman binaan Machendra yang menangani pasien. Lazimnya konsultasi antara pasien dengan terapis 5—10 menit. Setelah itu terapis menganjurkan pasien untuk meminum herbal, pijat saraf, atau bekam. Pilihan pengobatan itu tergantung dari kondisi pasien.

Machendra hanya memberikan herbal untuk pasien lanjut usia. Patokan lanjut usia bukan berdasarkan pada umur, tapi kondisi otot. Jika otot masih kuat alias tidak kendur, pengobatan ditambah dengan bekam. Bayi pun hanya dianjurkan mengonsumsi herbal. Pasien anak diberikan pengobatan berupa pijat saraf dan herbal. Keluhan pasien anak antara lain sering kejang, demam, dan nafsu makan rendah.

Pabrik mengolah herbal menggunakan mesin modern.
Pabrik mengolah herbal menggunakan mesin modern.

Pijat saraf juga diaplikasikan kepada pasien dengan gangguan otot dan fungsi alat gerak seperti kaku pada leher dan pinggang. Penyakit yang terkait gangguan organ diatasi dengan herbal saja seperti batu ginjal. Gangguan kesehatan berupa asam urat, kolesterol, dan jantung diatasi dengan bekam dan herbal. Lazimnya bekam dilakukan untuk mengatasi penyakit degeneratif seperti kolesterol tinggi.

Lebih lanjut Machendra menuturkan tiga besar keluhan kesehatan pasiennya yakni asam urat (50%), kolesterol (30%), dan diabetes mellitus (20%). Ia menduga maraknya tiga penyakit degeneratif itu karena pola makan tidak sehat. Misalnya sering mengonsumsi penganan yang mengandung residu pestisida, pengawet, dan pewarna. Masyarakat saat ini cenderung sarapan buru-buru sehingga kerja sistem pencernaan tidak maksimal.

Makan tergesa-gesa menyebabkan makanan tidak dikunyah sempurna. Kunyahan kurang sempurna pun mengakibatkan sedikitnya enzim pencernaan yang terbentuk di mulut. Dampaknya kerja usus menyerap nutrisi kurang maksimal. “Orang sakit itu bermula dari ketidaksempurnaan sistem cernanya,” kata pria kelahiran Ambon, Maluku, itu. Dari situ muncullah penyakit degeneratif seperti kolesterol dan diabetes mellitus.

Brury Machendra berkecimpung di dunia pengobatan herbal sejak 2002.
Brury Machendra berkecimpung di dunia pengobatan herbal sejak 2002.

Kurangnya asupan nutrisi menyebabkan sirkulasi darah terganggu dan kerja jantung menurun. Dampak lain emosi meningkat sehingga orang gampang marah. Otak yang kekurangan nutrisi berdampak pada turunnya potensi kerja seseorang. Pola hidup tidak sehat seperti stres pun memicu munculnya penyakit degeneratif. Stres semakin bertambah karena tekanan di tempat kerja, jalanan macet, dan masalah dalam keluarga. Machendra yakin di tahun mendatang orang sakit semakin bertambah bila gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat terus berlanjut.

 

 

Kebun produksi

Pegagan salah satu bahan baku obat yang berkhasiat meningkatkan daya ingat dan mengatasi gangguan saraf.
Pegagan salah satu bahan baku obat yang berkhasiat meningkatkan daya ingat dan mengatasi gangguan saraf.

Klinik yang bernama rumah sehat Herbal Insani itu bernaung di bawah bendera PT Herbal Insani. Machendra mendirikan perusahaan itu pada 2010. Nama itu mengandung nilai filosofis. Herbal berarti tanaman obat, sedangkan insani bermakna manusia. Harapannya, “Obat herbal yang kami ramu dapat bermanfaat untuk umat manusia,” kata pria yang berkecimpung di dunia pengobatan tradisional sejak 2002 itu.

Logo perusahaan bunga matahari Helianthus annuus. Filosofinya matahari selalu memberi penerangan dan sumber energi untuk kehidupan. Selain memberikan pelayanan kesehatan dengan herbal, PT Herbal Insani juga fokus pada produksi obat herbal, pelatihan, dan penelitian. Perusahaan itu mengembangkan herbal berupa sediaan kapsul, simplisia kering, serbuk, dan teh celup.

Ia mendirikan pabrik pengolahan herbal pada 2011 agar produksi obat lebih baik. Sebelumnya pada 2007 Machendra meracik sendiri ramuan untuk pasien. Kini ia dibantu beberapa pegawai di pabrik seluas 650 m² itu. Setiap hari pabrik yang berlokasi di Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, itu beroperasi pada Senin—Jumat pukul 08.00—16.00. Dalam sehari pabrik yang menempati lahan seluas 2.000 m² itu menghasilkan maksimal 60.000 kapsul aneka herbal.

Kebun contoh berisi aneka jenis tanaman obat sebagai sarana edukasi.
Kebun contoh berisi aneka jenis tanaman obat sebagai sarana edukasi.

Jumlah itu masih sedikit karena sejatinya kapasitas produksi pabrik 125.000 kapsul per hari. Terdapat sekitar 17 produk yang sudah diramu dan siap konsumi. Produk itu antara lain Bio Glukol untuk pasien diabetes mellitus, Biogin (batu ginjal), dan Vitamag (maag). Machendra sangat menjaga kualitas bahan baku herbal. Ia hanya membeli tanaman obat dari perusahaan dan petani terpercaya.

Sebanyak 60% bahan baku berasal dari perusahaan penyedia bahan baku herbal dan 40% dari petani yang menyetorkan hasil panen kepada pengepul. Saat ini ada 5 pengepul dari Yogyakarta, Semarang, dan Temanggung, yang memasok bahan dasar herbal. Machendra belum memiliki kebun produksi sendiri. Sebab saat ini ia masih fokus pada produksi herbal. Perlu mengurus izin tertentu terlebih dahulu.

Selain itu investasi pun relatif besar. Meski begitu Machendra menyadari PT Herbal Insani mesti memiliki kebun produksi agar lebih mandiri. Selain itu kebun produksi menjamin ketersediaan bahan baku. Sebab di masa mendatang makin banyak industri yang memerlukan herbal. Dampaknya bahan baku herbal terbatas sehingga bisa memicu kekosongan stok.

Penghargaan

PT Herbal Insani memiliki 3 rumah sehat untuk pelayanan kesehatan.
PT Herbal Insani memiliki 3 rumah sehat untuk pelayanan kesehatan.

Bisnis perusahaan yang tidak kebagian bahan baku bisa ambruk. Oleh karena itu Machendra menargetkan perusahaan yang ia dirikan itu mempunyai kebun produksi pada 2018. Lokasinya kemungkinan di Kabupaten Bogor karena masih banyak lahan kosong dan jaraknya pun tidak terlalu jauh dari pabrik. Pembuatan kebun produksi rencananya melibatkan pihak lain seperti pesantren.

“Artinya kami menjalin kerja sama dengan pihak lain,” kata Machendra. Ia akan memulai kebun produksi dengan luasan 1 ha. Ke depannya luas kebun bertambah hingga 5 ha. Dengan luasan itu ia dapat memperoleh laba. Tanaman obat yang akan ditanam antara lain temulawak, kunyit, sambiloto, daun dewa, keladi tikus, dan tempuyung. Selain bahan baku premium, proses produksi di pabrik pun menggunakan mesin modern dan dikerjakan orang yang berkompeten di bidangnya.

Kadarisman rutin ke klinik untuk dibekam saban bulan.
Kadarisman rutin ke klinik untuk dibekam saban bulan.

Dengan begitu produk PT Herbal Insani dijamin berkhasiat dan bermutu prima. Buktinya PT Herbal Insani mendapat beberapa penghargaan karena menghasilkan produk berkualitas. Pada 2012 PT Herbal Insani mendapat penghargaan dari The Winner Indonesian Award untuk kategori The Best Quality Product of The Year. Pada tahun yang sama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menganugerahkan perusahaan herbal itu gelar Top Quality Product. Prestasi teranyar PT Herbal Insani menang pada kategori Best Choice In Quality Product Of The Year dalam penghargaan Best of The Best Local Bussiness pada Mei 2015.

Produk kesehatan PT Herbal Insani kini tersebar hampir di seluruh provinsi di tanah air. Mayoritas konsumen yakni pengobat tradisional (90%), toko herbal (5%), dan perorangan (5%). Selain pelayanan kesehatan dan produksi obat herbal, PT Herbal Insani pun menyediakan pelatihan seputar pemanfaatan tanaman obat. Setiap pekan selalu ada pelatihan. Peserta mulai dari masyarakat umum, lulusan farmasi, hingga dokter. Machendra lah yang menangani bidang ini.

Semula beberapa keluarga dan kerabat agak kurang setuju dengan program pelatihan ini. “Kata mereka secara tidak langsung saya menciptakan kompetitor,” kata alumnus Fakultas Pertanian Univeristas Pattimura, Ambon, Maluku, itu. Tadinya Machendra berpikir demikian. Namun ia bergeming. Sebab niat Machendra bikin pelatihan untuk kemaslahatan umat.

PT Herbal Insani mendapat berbagai penghargaan karena memproduksi produk berkualitas.
PT Herbal Insani mendapat berbagai penghargaan karena memproduksi produk berkualitas.

Agar pengetahuan pemanfaatan tanaman obat tersebar lebih luas lagi. Bahkan di antara peserta pelatihan malah menjadi agen dan distributor PT Herbal Insani. Mayoritas lulusan pelatihan membuka klinik pengobatan tradisional juga. Machendra tidak takut bersaing. Buktinya kliniknya tetap banyak pasien.

Munculnya klinik baru juga semakin memasyarakatkan pengobatan tanaman herbal. Harapan ayah 3 anak itu herbal menjadi pilihan utama pada pengobatan konvensional. “Sekarang sepertinya sudah mengarah ke arah itu,” kata anak keenam dari tujuh bersaudara itu. Buktinya pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan dokter mulai meresepkan herbal. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img