Trubus.id — Pemeriksaan dasar dan deteksi dini stroke bagi pasien lansia perlu dilakukan. Dengan deteksi dini stroke, bisa diketahui kategori risikonya, mulai risiko rendah, hati-hati, atau risiko tinggi terhadap serangan stroke.
Menurut Riza Pahlawi, S.Tr.Ftr., M.Kes., program deteksi dini stroke sebaiknya dibarengi dengan pelaksanaan program fisioterapi berupa terapi latihan yang berfokus pada penanganan penyakit degeneratif sehingga masyarakat lansia mampu melakukan latihan yang baik sebagai upaya pencegahan munculnya penyakit degeneratif.
Riza dan tim dari Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ia bersama tim membentuk penyuluhan dan pemeriksaan fisioterapi, serta terapi latihan kepada para kader, lansia, dan warga di Pulau Panggang.
Bersama tim, mereka melakukan deteksi dini stroke menggunakan data yang sudah diisi oleh pasien melalui formulir pemeriksaan yang sudah disusun oleh Perhimpunan Fisioterapi Neuro Indonesia (PFNI).
“Dalam formulir itu terdapat pemeriksaan seperti kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, riwayat merokok, dan aktivitas fisik. Dari pemeriksaan di atas nanti akan ditarik kesimpulan apakah pasien tersebut masuk dalam kategori risiko stroke tinggi, sedang, atau rendah,” jelas Riza, seperti dikutip dari laman Universitas Indonesia.
Kegiatan pengmas tersebut juga berfokus mengedukasi para lansia dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Mereka diharapkan mampu menjalani hidup lebih baik, bebas dari keluhan, dan dapat berkontribusi lebih di lingkungannya setelah menerima manfaat yang diberikan dari kegiatan tersebut.
Kamued (63) salah seorang peserta kegiatan mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan pengmas tersebut. Menurutnya, belum pernah ada kegiatan seperti ini di Pulau Panggang, khususnya mengenai pemeriksaan dan cara mendeteksi stroke.
“Kami sangat berterima kasih kepada Vokasi UI karena telah memberikan banyak pemahaman kesehatan, khususnya dalam upaya mencegah stroke, melalui penyelenggaraan kegiatan ini,” tutur Kamued.
