

Fenomena itu terjadi pada Januari – Februari 2011. Lazimnya awal tahun ialah masa pemulihan mangga setelah panen sepanjang September – November. Di masa pemulihan, tanaman berada pada fase vegetatif. Tunas daun, ranting, dan cabang muda muncul menggantikan yang tua. Di saat itulah tanaman mengumpulkan energi untuk berbunga di fase berikutnya: generatif. Tanaman memasuki fase generatif setelah mengalami kekeringan pada musim kemarau pada Mei – Juni.
Pada 2010 periode kering hampir tidak terjadi. Kondisi lingkungan yang memicu pembungaan serempak pun tidak ada hingga akhir 2010. Munculnya bunga pada awal 2011 diduga bukan karena cekaman kekeringan, tapi karena perubahan suhu.
Suhu di atas 33oC yang datang sesekali pada November – Januari membuat mangga terpicu berbunga meski pengaruhnya tak sebesar karena kekeringan. Perubahan suhu berulang itu menyebabkan induksi bunga berulang. Maka munculnya bunga bertahap sehingga bunga, pentil, dan buah muda pun hadir bersamaan. Sementara tunas daun pada tandan bunga menunjukkan iklim basah yang dialami tanaman.
Dua ancaman
Munculnya bunga, buah muda, dan daun muda secara berbarengan sepintas menggembirakan. Panen raya dapat terjadi pada April – Agustus atau di luar musim yang sebenarnya. Pekebun membayangkan harga 2 – 3 kali lipat bakal diraup ketimbang harga normal. Namun, di balik itu ada 2 ancaman buat pekebun bila tidak dicegah sesegera mungkin.
Ancaman pertama ialah gagalnya penyerbukan bunga. Itu karena bunga muncul ketika setiap hari hujan mengguyur. Terpaan air hujan membuat bunga rontok. Kelembapan di musim hujan yang tinggi pun membuat bunga yang bertahan gagal diserbuki. Itu karena serbuk sari berkecambah sebelum menyentuh putik. Bunga yang berhasil diserbuki pun mendapat ancaman serangan cendawan yang populasinya meningkat di musim hujan.
Begitu bunga menjadi buah muncul ancaman berikutnya: serangan antraknosa Colletotrichum gloeosporioides. Cendawan itu membuat kualitas mangga menurun. Kulit buah penuh dengan bulatan hitam yang tembus hingga ke daging buah. Buah yang dihasilkan pun tak layak panen. Tingkat kerusakan bisa mencapai 80% dari total panen. Maka panen mangga di luar musim yang diharapkan pun bakal lolos dari genggaman.
Investasi
Kemurahan alam tak bisa diandalkan untuk mencegah ancaman itu datang. Dibutuhkan investasi pekebun untuk mencegah bencana itu datang. Dua investasi terbesar ialah memberi ekstra nutrisi dan pestisida. Pupuk mutlak diberikan karena tanaman yang semestinya sedang memulihkan dirinya justru energinya tersedot untuk pembungaan dan pembuahan.
Pupuk organik seperti pupuk kandang yang sudah matang bisa menjadi pilihan investasi. Jumlahnya tergantung diameter tajuk tanaman. Rumus sederhananya diameter tajuk tanaman dikali 5 kg pupuk kandang. Misalnya, tanaman dengan diameter tajuk 6 m membutuhkan 30 kg pupuk kandang. Kombinasikan pupuk kandang itu bersama pupuk anorganik NPK dengan jumlah 1 kg dikali diameter tajuk pohon. Tambahkan pula kapur dolomit CaMg(CO3)2 dengan dosis 0,5 kg dikali diameter tajuk.
Pupuk kandang dan NPK membantu penyediaan dan penyerapan hara. Kalsium dari kapur memperbaiki mutu buah agar tidak mudah pecah dan busuk karena menambah ketegaran sel. Sementara magnesium pada dolomit juga membantu menyusun klorofil sehingga dapat mempertahankan laju fotosintesis yang umumnya rendah di musim hujan.
Pestisida
Pun investasi pestisida mutlak diberikan sejak bunga muncul. Cendawan penyebab antraknosa yang menyerang sejak pembentukan tunas bunga hingga pemasakan buah itu dapat diatasi dengan kombinasi fungisida berbahan aktif 0,25% mancozeb dan 0,2% dicotophos. Keduanya dapat diberikan bersamaan dengan pupuk daun setiap 7 – 10 hari sekali sejak muncul tunas bunga hingga buah hampir masak.
Penyemprotan dihentikan menjelang buah matang karena keduanya tergolong fungisida sistemik. Sebagai alternatif dapat pula dipilih fungisida alami seperti yiest alias kapang. Contohnya kapang Debaryomyces dan Schizosaccharomyces sp yang dilaporkan mampu menekan antraknosa pada apel. Dengan modal investasi itu diharapkan panen raya pada April – Agustus bisa dipetik para pekebun, bukan sebaliknya. (Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor (PKBTIPB), Bogor)
- Sobir PhD, dibutuhkan 2 investasi untuk hadapi perubahan iklim: ekstra pupuk dan ekstra pestisida
- Pola berbunga tanaman terganggu. Bunga, pentil, dan buah muda muncul pada saat bersamaan
- Antraknosa membuat kualitas buah menurun. Kulit buah dipenuhi bulatan menghitam. Panen yang diharapkan, bisa lolos dari genggaman
- Berbuah di luar musim rawan hama dan penyakit
|
Hitung Investasi Hara Ada rumus sederhana untuk menghitung jumlah hara yang mesti dibenamkan pada setiap tanaman. Lihat ukuran tajuk tanaman dan gunakan rumusnya. Berikut contoh tanaman mangga berdiameter tajuk 6 m: Jumlah pupuk kandang = Diameter tajuk x 5 kg pupuk kandang matang = 6 x 5 kg = 30 kg Jumlah NPK = Diameter tajuk x 0,5 kg pupuk NPK = 6 x 0,5 kg = 3 kg Jumlah dolomite = Diameter tajuk x 0,5 kg dolomite = 6 x 0,5 kg = 3 kg |
