Trubus.id — Tidak semua buah durian memiliki penampilan sempurna dan cita rasa manis yang disukai konsumen. Sebagian buah bahkan tidak laku di pasaran karena kulitnya telah terbuka, aroma kurang kuat, atau rasa daging buahnya hambar. Padahal, durian-durian itu masih layak konsumsi dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKKIK), Universitas Kristen Satya Wacana, mengembangkan berbagai produk olahan berbahan baku durian berkualitas rendah. Upaya itu sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi kehilangan hasil pascapanen yang kerap terjadi pada komoditas durian.
Salah satu produk yang dapat dibuat ialah es krim durian. Daging buah durian dicampur dengan emulsifier yang berfungsi mengikat kandungan air dan lemak sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Untuk meningkatkan cita rasa, produsen dapat menambahkan gula, madu, atau susu kental manis.
Adonan es krim juga dapat diperkaya dengan tepung jagung. Bahan itu membantu menghasilkan tekstur lebih kental sekaligus memberikan warna kekuningan yang menarik. Produk kemudian disimpan dalam suhu beku sehingga tidak memerlukan tambahan bahan pengawet.
Selain es krim, daging buah durian juga dapat diolah menjadi selai. Produk itu dibuat dengan menambahkan gula dan bahan pengental hingga menghasilkan tekstur khas yang mudah dioleskan. Kadar gula yang tinggi serta kandungan air yang lebih rendah membuat selai memiliki umur simpan lebih lama dibandingkan buah segar.
Selai durian dapat digunakan sebagai isian roti, campuran aneka kue, maupun topping berbagai jenis kukis. Produk tersebut juga memiliki peluang pasar yang cukup luas karena praktis dan mudah dikonsumsi.

Potensi pengolahan durian tidak berhenti sampai di situ. Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengembangkan permen susu durian sebagai alternatif produk bernilai tambah. Olahan itu memadukan daging durian dengan susu sapi segar dari peternak lokal di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Menurut Ketua Tim PKM Unsoed, Azhar Septiawan, permen dipilih karena digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Produk yang dikembangkan berupa soft candy atau permen lunak yang memiliki tekstur elastis dan mudah dikunyah.
Sementara itu, limbah kulit durian pun dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan. Mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengolah bagian putih kulit durian menjadi tepung yang kemudian digunakan sebagai bahan baku mi kulit durian atau mi kurin. Mereka juga mengembangkan stik kurin sebagai camilan berbahan dasar kulit durian.
Beragam inovasi itu menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian durian dapat dimanfaatkan. Daging buah yang tidak laku dapat diolah menjadi es krim, selai, dan permen. Sementara kulitnya dapat menjadi bahan baku mi dan makanan ringan. Dengan sentuhan teknologi sederhana, durian afkir yang semula bernilai rendah dapat berubah menjadi aneka produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Pemanfaatan durian secara menyeluruh tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sentra produksi durian. Di tengah fluktuasi harga buah segar saat musim panen, pengolahan menjadi produk turunan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan tersebut.
