Tuesday, July 23, 2024

Durian Bawor Banyak Dikembangkan di Luar Sentra

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Durian bawor berasal dari Banyumas. Nama bawor diambil dari salah satu tokoh Punakawan pengikut Pandawa dalam dunia pewayangan. Anak tertua Semar itu sohor sebagai tokoh jujur, serius, dan blakasuta alias terbuka.

Menurut Nugroho Samikun, salah seorang pekebun durian di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, pohon bawor paling tua ditanam di Kecamatan Kemranjen pada 1990 oleh Haji Kromo.  Artinya pohon induk tertua berumur 35 tahun.

Sementara menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Banyumas, Iin Dwi Sulistyatik, S.P., M.P., bawor adalah nama dagang yang beredar di pasaran.

Sejatinya durian asal Kecamatan Kemranjen itu sesuai pelepasan varietas unggul bernama kromo banyumas. Namun, nama resmi itu kurang familiar di masyarakat. Beberapa ahli menduga bawor merupakan jenis chanee.

Meskipun demikian, bawor berevolusi menjadi ikon khas Banyumas. Nama bawor kian terkenal setelah memenangkan buah ketahanan pangan pada 2004. Namun, baru pada 2010 banyak pekebun membudidayakan bawor.

Bukan hanya di Banyumas, bahkan petani di luar sentra juga menanamnya. Keunggulan bawor teruji baik meski tumbuh di luar sentra. Pekebun di Desa Tambakrejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Krisno Suratman, membuktikan tanaman masih berbuah optimal meski lingkungan mencekam.

“Curah hujan sangat tinggi dan tanaman sempat tergenang banjir,” kata Krisno.

Pada musim panen 2022, pohon berumur 5 dan 8 tahun milik Krisno masing- masing menghasilkan 15 buah dan 34 buah. Bobot rata-rata 3—4 kg per buah. Krisno mengirim buah hasil panen ke kantor Majalah Trubus.

Buah berbobot 4 kg itu memiliki porsi konsumsi 35%. Cita rasa legit. Padahal, buah itu berasal dari pohon yang sempat terendam banjir bebarapa hari. “Bawor terbukti adaptif dan bandel,” kata pekebun durian sejak 2015 itu.

Pekebun lain yang membuktikan keunggulan bawor di luar sentra adalah Andri Mulya Purnama yang menanam 1.000 tanaman di lahan 15 hektare (ha). Umur tanaman pada Maret 2023 mencapai 5—9 tahun.

Pekebun di Kabupaten Serang, Provinsi Banten itu mengatakan bahwa kualitas buah optimal dan menjadi incaran maniak. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pun, Sadar Subagyo juga sukses mengebunkan 135 pohon bawor di lahan 2 ha.

Bawor di kebun Sadar bercita rasa manis dan creamy, daging buahnya tebal, dan berbiji kempis. Cita rasa optimal dari kebun Sadar membuat bawor kerap manjadi incaran maniak.

Sadar membanderol bawor utuh Rp125.000 per kilogram. Adapun bawor kupasan hingga Rp300.000 per kilogram. Harga kupasan lebih mahal karena Sadar menyortir, sehingga cita rasa terjamin.

Anda dapat mengetahui bukti bahwa durian bawor bagus melalui  Majalah Trubus Edisi 640 Maret 2023. Majalah Trubus Edisi 640 Maret 2023 mengupas tuntas terkait potensi durian lokal unggul di 4 sentra.

Dapatkan Majalah Trubus Edisi 640 Maret 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img