Trubus.id—Buah di pangkal batang itulah ciri khas durian kura-kura. Letaknya dari permukaan tanah berjarak 15—30 cm. Tangkai buah sepanjang 10—15 cm tak membuatnya tergantung di batang. Serasah dedaunan yang menggunduk di sekeliling pohon menopang buah.
Durio testudinarum-nama spesies durian itu-satu-satunya spesies durian yang buahnya keluar dari pangkal batang. Itulah yang membuat satwa mudah meraih dan memangsa buah. Karena itu durian itu mendapat julukan durian kura-kura.
Setengah abad silam AJGH Kostermans, botanis Herbarium, Bogor, menyebut D. testudinarum sebagai durian kakura atau durian kura-kura. Dalam tulisannya yang terkenal berjudul “The Genus of Durio Kostermans mencatat testudinarum sebagai salah satu spesies durian yang buahnya dapat dikonsumsi.
Daging buah berwarna kuning dengan kulit buah hijau dan berubah kekuningan saat matang. Namun, yang Trubus temukan berdaging buah putih. Itu karena variasi yang lazim yang terdapat dalam sebuah spesies Menurut Kostermans, durian kura-kura sempat dilaporkan sebagai zibethinus karena bentuk dan warna bunga mirip yakni berwarna putih.
Menurut ahli durian di Bogor, Dr. M. Reza Tirtawinata, testudinarum yang berbuah di pangkal batang itu berpotensi sebagai pohon eksotis yang spektakuler: berbuah di cabang dan di batang sekaligus. Caranya, testudinarum dipakai sebagai batang bawah, lalu disambung dengan durian biasa sebagai batang atas. Durian kura- kura juga tergolong langka di hutan.
