Kebutuhan bibit nangka unggul terus meningkat seiring munculnya minat pekebun terhadap varietas baru. Salah satu pembibit yang menangkap peluang itu adalah Teguh Adminto, S.H. melalui Bolang Agro Malang, Jawa Timur.
Sejak 2023, Teguh menyediakan berbagai bibit nangka unggul seperti J33, B01, B02, J37, dan J39. Ia juga memperkenalkan varietas introduksi dari Vietnam, yakni mit ruot do atau nangka merah serta siusom.
Menurut Teguh, nangka mit ruot do menjadi salah satu varietas yang paling menarik perhatian karena memiliki karakter unik. Daging buahnya berwarna merah, tebal, dan bercita rasa manis.
“Tingkat kemanisannya melebihi J33,” ujar Teguh. Nangka J33 sendiri banyak dimanfaatkan sebagai buah segar maupun bahan olahan seperti keripik, sedangkan mit ruot do lebih cocok dikonsumsi segar karena tampilan daging buahnya yang menarik.
Keunggulan tersebut membuat permintaan bibit meningkat. Teguh mampu menjual hingga ribuan bibit nangka per bulan dengan harga mulai Rp60.000 per bibit.
Perjalanan Teguh mengembangkan bibit tanaman buah tidak langsung dimulai dari nangka. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang itu awalnya membuka usaha rental motor Bolang Motor pada 2011.
Setahun kemudian ia membangun usaha Bolang Pancing dan membuka toko buah yang menjual durian. Ketertarikannya pada pembibitan bermula ketika ia menanam dua bibit durian bawor di pinggir kolam pada 2013—2014.
Ternyata bibit tersebut menarik perhatian pemancing yang datang. Dari sana Teguh melihat peluang bisnis pembibitan tanaman buah.
Ia kemudian mencari informasi mengenai durian bawor dan membaca berbagai referensi, termasuk Majalah Trubus yang membahas durian bawor temuan Sarno Ahmad. Teguh pun mendatangi sumbernya dan mulai memperbanyak bibit durian bawor.
Bibit durian bawor yang ia pasarkan melalui media sosial membuat nama Bolang Agro Malang semakin dikenal. Permintaan pun meluas, tidak hanya durian, tetapi juga bibit lengkeng, rambutan, jambu, dan tanaman buah lainnya.
Kesibukan melayani pesanan bibit membuat Teguh akhirnya fokus pada usaha pembibitan dan kolam pemancingan. Para pemancing yang datang pun sering membawa pulang bibit tanaman buah.
Selain memperbanyak durian bawor, Teguh juga dikenal sebagai pembibit durian introduksi seperti masmuar atau D168 asal Malaysia. Ia mendapatkan entres varietas tersebut pada 2017 setelah mengetahui keberadaan pohon induknya di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Pada 2019, Teguh bersama rekan-rekannya melakukan studi banding ke Penang, Malaysia, untuk mempelajari pengembangan durian. Pengalaman itu menjadi bekal dalam memilih varietas tanaman buah yang potensial dikembangkan.
