Sunday, March 8, 2026

Mocaf untuk Stunting: Potensi Lokal dari Sindangsuka untuk MPASI dan Ketahanan Pangan

Rekomendasi
- Advertisement -

Program pengabdian masyarakat yang mengembangkan tepung mocaf (modified cassava flour) di Desa Sindangsuka, Cibatu, Garut, Jawa Barat menunjukkan bagaimana bahan pangan lokal bisa jadi jawaban ganda: menopang ketahanan pangan sekaligus membantu upaya pengurangan stunting. Temuan dan pengalaman lapangan dari tim pengabdian yang diselenggarakan oleh Vita Sarasi dan rekan dari Universitas Padjadjaran memberi gambaran praktis dan menjanjikan tentang langkah yang bisa dilakukan desa-desa penghasil singkong.

Mengapa mocaf menarik untuk masalah stunting?

Mocaf dibuat dari singkong (Manihot esculenta) yang kaya karbohidrat dan mempunyai potensi nutrisi yang layak untuk diolah menjadi aneka produk pangan seperti dari kue, mie, dan MPASI. Di wilayah yang memiliki produksi singkong besar seperti Sindangsuka (luas panen 462 ha) peluang substitusi tepung terigu dengan mocaf membuka jalan untuk menyediakan bahan pangan lokal yang lebih mudah dijangkau dan terjangkau bagi keluarga dengan balita. Temuan studi lapangan menyatakan pengembangan mocaf tidak hanya soal pasokan bahan, tetapi juga soal peningkatan akses gizi yang tepat bagi balita.

Dari riset lapangan

Tim PPM Unpad melaksanakan kegiatan selama Juli 2024 dengan pendekatan bertahap: survei kebutuhan gizi dan data stunting. Teridentifikasi 21 balita penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam program Program Temukan, Obati, Sayangi Balita Stunting (TOSS), FGD pemangku kepentingan, pelatihan produksi mocaf, demonstrasi pembuatan MPASI berbasis mocaf, hingga pendampingan pemasaran digital dan monitoring tiga bulan (Agustus–Oktober 2024). Kegiatan melibatkan 18 mahasiswa lintas fakultas dan 26 peserta masyarakat, termasuk kepala dusun, ketua BUMDes, dan kader posyandu.

Dampak langsung pada konsumsi dan perilaku

Hasil evaluasi singkat menunjukkan perubahan perilaku nyata. Sekitar 65% peserta mulai memasukkan mocaf dalam menu keluarga dan 50% menggunakannya secara rutin. Selain itu 40% peserta mencoba beragam olahan mocaf (kue, makanan ringan).

Pengenalan olahan MPASI, seperti bubur yang diformulasi khusus untuk balita stunting, menjadi bagian penting dari strategi meningkatkan asupan gizi lokal. Data ini menggambarkan peningkatan kesadaran dan praktik diversifikasi pangan yang relevan untuk pencegahan stunting di tingkat rumah tangga.

Potensi ekonomi: usaha kecil berbasis mocaf

Program juga menumbuhkan inisiatif ekonomi kreatif. Sebanyak 15 orang menunjukkan minat memulai usaha, dan lima peserta menerima pendampingan intensif untuk mengembangkan produk berbasis mocaf. Selama periode awal, beberapa pelaku usaha melaporkan tambahan pendapatan rata-rata 10–15% dari penjualan produk kepada keluarga dan tetangga.

Monitoring menunjukkan pada akhir periode, sekitar 45% peserta mempertahankan penerapan keterampilan produksi dan usaha mereka. Sementara 15% berhasil memperluas pemasaran lewat platform digital. Ini menandakan mocaf dapat menjadi sumber pendapatan alternatif yang mendukung kesejahteraan keluarga sekaligus ketahanan pangan lokal.

Kunci keberhasilan dan kendala

Pendekatan yang menggabungkan edukasi gizi (termasuk resep MPASI berbasis mocaf), pelatihan teknis pembuatan tepung, dan pendampingan pemasaran digital ternyata efektif meningkatkan adopsi. Namun kendala yang tercatat meliputi keterbatasan pengetahuan pengolahan dan pemasaran pada tingkat pelaku UMKM, serta kebutuhan logistik untuk mendapatkan starter fermentasi (BAL).

Walau inovasi lokal seperti penggunaan nira aren sebagai starter telah membantu proses produksi di Sindangsuka. Untuk menjaga keberlanjutan diperlukan pendampingan lanjutan, penguatan jaringan pemasaran, dan pelatihan inovasi produk.

Apa arti semua ini untuk upaya penurunan stunting?

Program ini tidak mengklaim solusi tunggal, tetapi menunjukkan model terukur. Yang termasuk model terukur yakni meningkatkan akses makanan lokal bergizi (melalui mocaf), memberi contoh resep MPASI yang mudah dibuat, dan menciptakan nilai ekonomi lokal. Secara praktis, alternatif MPASI berbahan mocaf dapat menambah variasi dan ketersediaan makanan bergizi bagi balita.

Vita dan rekan dalam Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merekomendasikan penelitian lanjutan berupa uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas gizi mocaf dalam penanganan stunting serta pengembangan pasar mocaf di tingkat yang lebih luas.


Artikel Terbaru

Mengapa Durian Berbau Menyengat? Ini Penjelasan Kimianya

Aroma durian yang menyengat telah lama menjadi bahan perdebatan. Secara ilmiah bau kuat tersebut berasal dari interaksi kompleks berbagai...

More Articles Like This