Sebanyak 100 g kulit terluar durian dihancurkan lalu ditambah 25 g daging buah dan 200 ml air. Cairan disaring dan ditambah 30 ml alkohol. Menurut Drs Marisi Sihombing SPd, pembimbing penelitian, kulit durian mengandung senyawa flavonoid yang aromanya tak disukai nyamuk. Temuan itu membawa keduanya meraih medali emas di ajang bergengsi itu.***
Obat dari Biji Karet
Riset Ismiyarto MSi dari Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Diponegoro mengungkap, biji karet berpotensi sebagai polymer biodegradeble alias polimer yang mudah terurai. Polimer itu bermanfaat sebagai plastik ramah lingkungan dan selaput pembungkus obat. Polimer ramah lingkungan itu berasal dari asam linoleat yang jumlahnya 30—40% di biji. Linoleat dimanfaatkan setelah sianida dalam biji karet dihilangkan.***
