Saturday, January 17, 2026

Ekspor Produk Olahan Ikan Di Jateng Alami Peningkatan, Hilirisasi Menjadi Kunci

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Ekspor produk olahan ikan di Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro menuturkan bahwa ekspor produk olahan ikan Jawa Tengah terus naik.

“Pada 2022, ekspor mencapai 63.445 ton senilai Rp4,1 triliun. Pada 2023 meningkat menjadi 78.399 ton dengan nilai transaksi Rp4,3 triliun,” ujarnya.

Ia menuturkan hingga September 2024 terdapat sekitar 78.460 ton.Terdapat peningkatan lebih kurang Rp403 miliar dibanding transaksi pada 2023.

Melansir pada laman JatengProv saat ini Jawa Tengah memiliki 77 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berorientasi ekspor dan 8.521 UPI berorientasi untuk pasar lokal.

Sebagian besar UPI itu tersebar di Pantai Utara Jawa Tengah yakni Tegal, Batang, Pekalongan, Semarang, Pati, dan Rembang serta sebagian kecil di Cilacap.

Ia menuturkan bahwa produk ikan asal Jawa Tengah yang ramai peminat seperti rajungan dengan tujuan utama ekspor ke Amerika Serikat. Komoditas lain seperti udang vannamei, cumi-cumi, ikan layur, ikan kakap, dan surimi atau lumatan daging ikan sebagai bahan pembuatan nuget, bakso ikan, serta menu olahan ikan lainnya dengan negara tujuan Jepang, Vietnam, dan Thailand.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, produk ikan harus ada hilirisasi. Sehingga pengiriman ke luar negeri itu berupa produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Ia menuturkan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap potensi produk perikanan di luar negeri terus dilakukan yakni dengan menggandeng banyak pihak.

“Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jateng, untuk memfasilitasi para pelaku UMKM, supaya bisa mengenalkan produk-produk olahan ikan Jateng di luar negeri,” ujarnya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img