Varietas unggul krisan baru hasil induksi mutasi sinar gamma tercipta menjadi penyempurna.

Trubus — Dalam bahasa Sansekerta, maruta bermakna angin. Pemulia di Balai penelitian Tanaman Hias (Balithi), Dr. Ir. Lia Sanjaya, M.S. dan Dr. Ir. Budi Marwoto, M.S. memberi nama maruta pada krisan baru itu. Salah satu kelebihan tanaman krisan baru itu tidak mudah rebah karena angin. Ia tubuh tegak dan batang kokoh, maka para pemulia menamakannya maruta agrihorti.

Tanaman anggota famili Asteraaceae itu juga tahan terhadap hama penggorok daun dan penyakit karat daun. Selama ini kedua penyakit itu momok bagi para pekebun seruni alias krisan. Krisan baru itu hasil induksi mutasi iradiasi dengan sinar gamma. Varietas asal maruta adalah jaguar red yang memiliki mahkota merah gelap dan gradasi warna seragam ke bagian tengah kuntum.
Lebih cepat
Selain maruta, Lia Sanjaya dan Budi Marwoto juga membidani kelahiran varietas anyar lain seperti limeron, delisa, haryanti, dan suciyono. Krisan limeron yang dirilis sebagai varietas baru pada 2016 itu bersosok mencolok. Mahkota bunga krisan jenis spray itu berwarna jingga. Adapun krisan delisa berciri khas batangnya kuat dan mampu menunjang banyak kuntum bunga. Mahkota bunga delisa berwarna ungu kemerahan.

Krisan-krisan baru itu lahir dari mutasi iradiasi dengan sinar gamma. Budi Marwoto menuturkan, “Mutasi dapat terjadi dengan spontan secara alami, tetapi untuk meningkatkan frekuensi mutasi tinggi diperlukan induksi secara kimia.” Menurut doktor pemuliaan tanaman alumnus Institut Pertanian Bogor itu induksi mutasi sinar gamma menghemat waktu untuk menghasilkan varietas baru, yakni hanya 2,5—3 tahun.
Bandingkan dengan hibridisasi konvensional yang memerlukan 3—4 tahun. Budi Marwoto menuturkan, mutagenesis fisik dengan sinar gamma menyebabkan perubahan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) secara acak di dalam nukleus atau organel sitoplasma yang menghasilkan mutasi gen, kromosom, dan genom. Hal itu memungkinkan munculnya karakter baru salah satunya pada mahkota krisan yang mengalami induksi mutasi.

Petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Andy Burdah Zawahir, menanam krisan mutan sekaligus sebagai penangkar benih krisan mutan. Menurut Andy penanaman bibit krisan mutan sama dengan penanaman krisan pada umumnya. Meski periset menggunakan iradiasi sinar gamma, produk mutasi tetap aman.
Induksi mutasi sinar gamma mengubah gen resesif menjadi gen dominan. Oleh karena itu, pemilihan varietas asal sangat penting. Menurut Budi varietas asal yang memiliki nilai komersial tinggi salah satu pertimbangan untuk merakit varietas baru. Kelebihan itu disandingkan dengan satu atau dua karakter penting yang diangap belum optimal seperti kerentanan terhadap penyakit, toleransi terhadap suhu tinggi, atau jumlah atau diameter kuntum bunga. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)
