Monday, August 8, 2022

Enyahlah, Virus Maut!

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

dr Paulus Wahyudi Halim kulit manggis mengandung antioksidan superAngka penanda virus-CD4-hanya 69; kadar normal minimal 1.500. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu sungguh ganas karena biasanya beragam infeksi lain seperti tuberkulosis, hepatitis, dan tumor lebih mudah menyerang. Itu karena tubuh rentan akibat sistem kekebalan tubuh lemah. Namun, menghadapi diagnosis itu, Bethari Drupadi-ia enggan nama sebenarnya tertulis di sini-sangat tenang.

“Kalau sebelumnya saya melakukan seks bebas, saya menyesal. Saya kan hanya ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak di rumah,” kata Bethari Drupadi. Bercokolnya HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome) diduga bermula pada awal Januari 2011, saat Drupadi mengunjungi kerabatnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Di pedalaman Papua itu ia menggigil karena terserang malaria sebagaimana diagnosis dokter di sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat.

Kulit manggis

Untuk mengatasi malaria, Drupadi menjalani opname selama sepekan di Mimika. Ketika itulah ia mendapat suntikan antiplasmodium. Setelah kondisi membaik, perempuan 40 tahun itu pulang ke Jakarta. Namun, beberapa hari kemudian ia kembali menggigil. Itulah sebabnya ia bergegas memeriksakan diri ke dokter pada 31 Januari 2011. Tiga kali hasil tes membuktikan bahwa ia positif HIV-AIDS dengan CD4 hanya 69.

Dokter memberikan dua jenis tablet antiretroviral untuk mengatasi virus anggota famili Retroviridae itu. Namun, Drupadi enggan mengonsumsi tablet itu. “Pokoknya herbal,” kata Drupadi. Alasannya herbal lebih aman terhadap organ tubuh. Menurut Franklin Leyder yang 18 tahun terakhir menangani penderita HIV-AIDS, antiretoiviral mengganggu organ lain seperti ginjal.

Selain itu, pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi antiretroviral paling pol hanya bertahan hidup 3 tahun. Untuk mencari herbal anti-HIV/AIDS, Drupadi berselancar di dunia maya hingga dini hari, pukul 03.00. Ketika itulah ia menemukan informasi bahwa kulit manggis mujarab mengatasi HIV-AIDS. Drupadi girang bukan main. “Saya seperti mendapat durian runtuh,” katanya dengan kedua bola mata berbinar. Setelah tidur sejenak, pagi itu ia memacu motor ke Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membeli buah manggis.

Harap mafhum di sekitar rumahnya, ia tak mendapati penjual buah Garcinia mangostana. Drupadi membeli total 15 ikat buah anggota famili Clusiaceae itu. “Kebetulan anak saya suka manggis,” kata ibu dua anak yang beranjak dewasa itu. Ia menjemur kulit queen of fruit alias ratu buah hingga kering, lalu merebus kulit dua buah manggis dalam dua gelas air hingga mendidih, dan tersisa segelas. Air rebusan itu yang ia minum tiga kali sehari. Rasanya agak sepat.

Antioksidan tinggi

Selama lima bulan hingga Juni 2011, ia rutin mengonsumsi rebusan kulit buah anggota famili Clusiaceae itu. Namun, karena menganggap tak praktis, ia beralih ke olahan kulit manggis siap konsumsi yang kini banyak beredar di pasaran. Pada 12 Agustus 2011, ia memeriksakan diri ke dokter dan CD4 membubung hingga 800. Hanya dalam tiga bulan, CD4 Drupadi melambung. “Dalam kamus kedokteran, belum ada lonjakan CD4 sesignifikan itu. Paling hanya 100,” kata Franklin.

Drupadi berencana memeriksakan kadar CD4 pada awal Oktober 2011. Pengalaman Franklin mendampingi para pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi jus kulit manggis, kadar CD4 mencapai 1.500 dalam 6-8 bulan; Drupadi baru 5 bulan rutin minum rebusan kulit manggis dan jus. Syaratnya pasien menghindari stres dan mencegah konsumsi daging, susu formula, dan goreng-gorengan.

Duduk perkara kulit manggis tokcer menghambat HIV-AIDS itu terungkap secara ilmiah. Jurnal ilmiah Planta Med pada 1996 mengungkapkan ekstrak etanol kulit manggis berpotensi mencegah aktivitas HIV-1. Senyawa yang berperan terutama mangostin dan gammamangostin. Periset di Institut Obat Traditional, Muhimbili University, Tanzania, Joseph J. Magadula, meneliti 9 spesies kerabat manggis bergenus Garcinia. Setelah meriset secara ilmiah, Magadula menyimpulkan kulit buah Garcinia semseii mempunyai daya hambat terbesar melawan HIV dengan nilai IC50 hanya 5,7 µg/ml.

IC50 inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan sediaan atau ekstraksi herbal terhadap virus uji, dalam hal ini HIV. Untuk menghambat separuh virus uji, hanya perlu 5,7 µg/ml ekstrak Garcinia semseii. Semakin kecil dosis, berarti kian kuat esktrak dalam menghambat virus. (lihat ilustrasi).

Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, dr Paulus Wahyudi Halim, kulit manggis mengandung antioksidan tinggi. Hasil penelitian dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr Agung Endro Nugroho Msi Apt, senyawa antioksidan dalam kulit manggis adalah alfa mangostin dan gammamangostin. Berkat antioksidan itu, kekebalan tubuh pun meningkat. “Masalah virus coba dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh,” kata Paulus, Ketika ratu bertitah, maka virus maut itu pun enyah. (Sardi Duryatmo/Peliput: Tri Istianingsih)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img