Friday, January 16, 2026

Fi Asia & Vitafoods Asia 2025: Pameran Inovasi Bahan Pangan dan Kesehatan Dunia di Bangkok

Rekomendasi
- Advertisement -

Bayangkan protein nabati dari tanaman atau mikroorganisme, ekstrak herbal berkualitas tinggi, hingga teknologi produksi berkelanjutan—semua akan hadir dalam Fi Asia 2025 dan Vitafoods Asia 2025 Pameran internasional ini bukan sekadar ajang pertemuan bisnis, melainkan wadah besar untuk memperkenalkan inovasi terkini di sektor bahan pangan, kesehatan, dan nutrisi. Dengan dukungan teknologi mutakhir, acara ini diyakini mampu membuka peluang baru, baik bagi produsen maupun pelaku usaha kecil di kawasan Asia Tenggara.

Fi Asia 2025 dan Vitafoods Asia 2025 akan digelar bersamaan pada 17—19 September 2025 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand. Acara yang diselenggarakan oleh Informa Markets ini menargetkan lebih dari 30.000 pelaku industri—mulai dari produsen, pembeli, hingga pakar nutrisi—untuk bertemu, berbagi pengetahuan, dan memperluas pasar. Fokus utama acara yaitu menghadirkan bahan pangan fungsional, suplemen kesehatan, serta inovasi yang sejalan dengan tren global: keberlanjutan, keamanan pangan, dan gaya hidup sehat.

Thailand sendiri menargetkan posisi baru sebagai “Asia’s Food Ingredient Innovation Hub”, melampaui citra lamanya sebagai “Kitchen of the World.” Pasarnya juga terus tumbuh, terutama di sektor suplemen yang diproyeksikan mencapai 90 miliar baht tahun ini dengan pertumbuhan 7—9%.

Suara para pemimpin industri

Menurut Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, Rungphech Chitanuwat, kunci pertumbuhan industri pangan Thailand ada pada sinergi pemerintah, swasta, dan akademisi. Kolaborasi inilah yang memungkinkan lahirnya produk fungsional seperti protein nabati, antioksidan, hingga bahan penunjang imunitas.

Perwakilan dari Thai Future Food Trade Association, Dr. Phontakorn Wongcharoen, menambahkan, reputasi Thailand sebagai “Kitchen of the World” memang kuat. Namun, tantangannya juga besar: biaya produksi tinggi, persaingan global, hingga regulasi yang belum jelas. Solusinya investasi serius pada inovasi dan SDM.

Menurut perwakilan dari Federation of Thai Industries, Nakah Thawichawatt, pertumbuhan pesat suplemen kesehatan berkat bahan baku lokal berkualitas. Ia menekankan pentingnya jaringan kolaborasi agar riset dan inovasi bisa benar-benar diakses industri. Dari sisi akademisi, Asst. Prof. Dr. Pisit Dhamvithee menekankan perlunya jembatan kuat antara riset kampus dan komersialisasi. Inovasi berbasis mikroorganisme, ekstrak herbal, dan bahan pangan nabati harus dipetakan dengan baik agar bisa benar-benar sampai ke pasar.

Tak kalah penting, perwakilan dari Thai Food Processors’ Association, Panusak Palawatpong, mengingatkan soal standar keamanan pangan dan kepatuhan regulasi global. “Integrasi digital—seperti AI dan blockchain—serta dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing global sekaligus mendukung target net zero,” kata Panusak.

Fi Asia 2025 dan Vitafoods Asia 2025 bukan sekadar pameran, melainkan momentum penting untuk membuka pintu baru bagi bisnis bahan pangan dan nutrisi di Thailand maupun ASEAN. Dengan dukungan inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan strategi menuju pasar internasional, acara ini menjadi tonggak penting untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat inovasi bahan pangan dan kesehatan dunia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img