Sunday, July 14, 2024

Fokus Empat Spesies

Rekomendasi
- Advertisement -
Nurseri Marlborough seluas delapan hektare hanya memproduksi empat tanaman utama. (Dok. Trubus)

Nurseri Marlborough fokus memproduksi spathiphyllum, bromelia, anthurium, dan phalaenopsis dari bibit kultur jaringan.

Pekerja terbantu dengan adanya mesin pindah tanam. (Dok. Trubus)

Trubus — Lumrahnya nurseri memproduksi beragam jenis tanaman untuk memenuhi permintaan pasar. Konsumen pun leluasa memilih jenis tanaman. Namun, Marlborough Nursery tidak mengikuti arus itu. “Kami tergolong tidak lazim di antara sekian banyak nurseri di Australia karena hanya memproduksi empat tanaman utama yakni spathiphyllum, bromelia, anthurium, dan phalaenopsis,” kata Manajer Pemasaran Marlborough Nursery, Terry Spink.

Terry merinci jenis bromelia meliputi genus Guzmania dan Vriesea. Selain empat tanaman utama, nurseri itu juga memperbanyak alokasia, kalatea, dieffenbachia, dan stromanthe. Marlborough salah satu nurseri tanaman dalam ruangan terbesar di Australia. Nurseri di di Redland Bay, Queensland, menempati area 8 hektare. Lima hektare untuk area tanam dan sisanya bangunan kantor dan gudang.

Kultur jaringan

Mesin memindahkan tanaman ke dalam pot sekaligus mengisi media tanam. (Dok. Trubus)

Terry dan Gary Spink memerlukan setidaknya 4―10 ton bibit setiap tahun. Dua bersaudara itu sengaja mendatangkan bibit kultur jaringan dari Eropa dan India. “Perlu waktu dua tahun untuk menghasilkan tanaman siap jual. Jenis tertentu seperti Guzmania perlu waktu tiga tahun,” kata Terry. Kultur jaringan cocok untuk produksi massal lantaran dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, seragam, dan dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional dengan biji.

Di ruang propagasi, berjajar spathiphyllum dalam wadah semai di atas meja. Dua lapis penutup berbahan plastik menyelubungi meja penyimpanan bibit. Selubung berfungsi untuk menjaga kelembapan pada kisaran 55―60%. Selain itu, planlet atau tanaman hasil kultur jaringan masih sangat lunak sehingga selubung mencegah kerusakan. Itulah aklimatisasi ala Marlborough. Pipa-pipa penyiraman terpasang di atas selubung siap menyegarkan planlet.

Selubung pada area aklimatisasi berfungsi untuk menjaga kelembaban. (Dok. Trubus)

Secara umum nurseri itu mempunyai area aklimatisasi, pembesaran, dan pindah tanam. Terry dan Gary memanfaatkan teknologi otomatisasi untuk produksi massal. Teknologi itu antara lain mesin untuk pengisian dan pelubangan media tanam. Mesin itu mengisi wadah semai dengan media tanam dan melubanginya sehingga pekerja hanya memindahkan tanaman.

Varietas spathiphyllum antara lain sweet rocco yang berbunga putih dan sweet evita merah muda. Anthurium meliputi gemini, white gemini, dan peppermint. Tanaman-tanaman itu tersedia dalam dua ukuran pot yakni dengan tinggi 140 mm dan 175 mm. Pot khusus anggrek bulan berukuran 120 mm dan vriesea 140 mm. Marlborough pemasok utama retail perkakas rumah tangga Australia, Bunnings Warehouse. Retail itu menguasai sebesar 70% pangsa pasar. Tanaman hias produksi Nurseri Marlborough menempati rak setiap cabang Bunnings mulai dari ujung utara hingga selatan Australia bahkan Tasmania.

Kultur jaringan menghasilkan bibit massal dan seragam. (Dok. Trubus)

Bunnings menjual spathiphyllum dalam pot berukuran 140 mm AU$13,83 atau Rp133.600. Harga sepadan dengan kualitas tanaman. Meski demikian, Ibis World, salah satu perusahaan riset di Australia, menyatakan tren industri nurseri pada periode 2014―2019 fluktuatif bahkan cenderung turun sebesar 1,2%. Persaingan harga yang sengit untuk pemasok toko retail menjadi penyebab.

Namun, riset Pamela dan Daniel Watson untuk Horticulture Innovation Australia menyebutkan setidaknya terdapat 1.777 unit nurseri yang beroperasi pada 2016―2017. Total tanaman terjual mencapai 1,618 miliar dalam setahun. Nilainya setara dengan AU$2,29 miliar atau Rp22,13 triliun. Dari angka itu, tanaman hias dalam ruangan berkontribusi sekitar 8% penjualan. Tanaman tahunan mendominasi dengan kontribusi sebesar 55%.

Terry Spink, pemilik sekaligus manajer pemasaran Marlborough Nursery. (Dok. Trubus)

Marlborough menyiasatinya dengan riset pasar mendalam. Hasilnya menunjukkan ada pergeseran preferensi pasar dari tanaman berdaun hijau polos menjadi tanaman dalam ruangan yang berbunga. Selain itu tanaman berdaun warna-warni juga kian diminati. Terry dan Gary yakin tanaman hias produksinya tetap diminati lantaran telah terakreditasi Nursery Industry Accreditation Scheme of Australia (NIASA) dan sertifikasi Ecohort―sistem manajemen lingkungan untuk produksi pembibitan Australia.

Nurseri Marlborough berawal dari kegemaran Spink bersaudara bertanam palem. Pada 1979, Terry dan Gary Spink memperbanyak beragam jenis tanaman anggota famili Arecaceae itu di halaman belakang rumahnya di Wellington Point, Kota Redland, Queensland, Australia. Seiring berjalannya waktu, mereka menyadari adanya ceruk pasar tanaman dalam ruangan. Pada 1980-an pasar menghendaki tanaman hias daun terutama untuk dekorasi ruangan. Terry senantiasa mengikuti tren pasar. (Sinta Herian Pawestri)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img