Friday, August 12, 2022

Terakota Pot Top

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pot terakota rustygold atau karat emas banyak digandrungi. (dok. Trubus)

Pot terakota mendukung perkembangan tanaman. Kehadirannya membuat hunian makin asri dan alami.

Pot keramik berkarakter binatang di Plant Factory Outlet, Brisbane. (Dok. Trubus)

Trubus — Belasan kaktus dan tanaman sukulen menghiasi kediaman pesohor Titi Dwi Jayati. Ia memesannya dari Urban Little Garden di Kota Depok, Jawa Barat, untuk properti foto keluarga bertema kaktus dan tenun ikat. Pot terakota tampak menyatu dengan latar belakang dinding bata merah. “Kapan-kapan mau foto dengan kaktus yang banyak tanpa sofa, bangku, atau bantal,” kata Titi DJ mengomentari fotonya di media sosial Urban Little Garden.

Pemilik Urban Little Garden, Nyi Indah Kristianingsih, jeli membaca tren. “Trennya orang lebih menyukai tanaman yang bisa tahan lama dengan perawatan mudah. Secara ukuran dan tampilan bisa langsung terlihat tidak seperti terarium,” kata perempuan berusia 38 tahun itu. Semula ia membuat taman mini dalam wadah kaca atau terarium sejak 2016. Setahun berselang, ibu dua anak itu beralih menekuni tanaman hias dalam pot.

Kelebihan pot

Di kios milik Indah konsumen menggemari sansevieria dalam pot terakota. Delapan rumpun Sansevieria trifasciata dalam pot berdiamater 25 cm itu seharga Rp285.000. Masyarakat urban tengah meminati desain hunian yang menonjolkan keasrian dan kesejukan alam. Meningkatnya minat khalayak pada tanaman hias terutama dalam ruangan turut menaikkan pamor pot terakota.

Kaktus dalam pot terakota menjadi properti foto pesohor Titi DJ. (Dok. Titi DJ)

Istilah terakota merujuk pada tembikar yang tidak dilapisi glasir dan dibuat dari tanah liat yang dibakar sehingga warnanya merah kecokelatan. Menurut Indah yang juga sering melayani jasa dekorasi taman, tanaman dalam ruangan atau indoor yang tumbuh di pot gerabah menjadi primadona lantaran mampu menghadirkan konsep asri. Di samping itu pot terakota juga memiliki beragam kelebihan.

Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ir. Edhi Sandra, M.Si., tanah liat sebagai bahan pot terakota mempunyai andil dalam perkembangan akar yang lebih baik. “Pengaruhnya terkait dengan pori-pori tanah liat yang berdampak pada ketersediaan udara. Aerasi berjalan lancar. Daya pegang air lebih banyak sehingga ketersediaan air pun lebih baik. Suhu udara mikro lebih baik karena adanya pori. Selain itu, kelembapan juga lebih baik,” kata Edhi.

Alumnus Departemen Biologi IPB itu menuturkan, “Pot plastik lebih kedap dibandingkan dengan terakota sehingga tidak tembus udara. Aerasi dan sirkulasi udara menjadi kurang baik. Suhu dan kelembapan tinggi sehingga memicu berkembangnya mikrob.” Kelemahan lain pot plastik, ketersediaan oksigen lebih rendah dan akar tanaman kesulitan bernapas. Jenis lain yakni pot keramik, menurut Edhi, lebih dingin dibandingkan pot plastik.

Brookfield Garden Centre memamerkan aneka pot terakota. (Dok. Trubus)

Namun, pot keramik juga kedap sehingga sirkulasi udara kurang baik. Suhu pot keramik bergantung pada kondisi lingkungan. “Kadang bisa dingin dan berubah menjadi panas. Itu lantaran keramik menyimpan panas lebih banyak,” kata pengusaha kultur jaringan itu. Meski demikian, pot terakota juga memiliki kelemahan. Pot tanah liat menurut Edhi cenderung lebih mahal dan rawan pecah. Pot itu juga rentan ditumbuhi lumut dan mikrob.

Menurut riset Gita Winata dari Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, pot karya perajin Plered, Kabupaten Purwakarta, itu mengisi pasar mancanegara sejak 1980-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya bentuk baru dengan finishing tembaga. Negara tujuan ekspor pot gerabah Plered antara lain Jepang, Taiwan, Korea, Australia, Selandia Baru, Belanda, Inggris, Italia, Spanyol, Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Timur Tengah.

Nyi Indah Kristianingsih, pemilik Urban Little Garden di Kota Depok, Jawa Barat. (Dok. Trubus)

Pemilik toko tanaman Plantis et Java, Venessa Tirta, juga menyediakan beragam pot. Venessa terinspirasi menjual pot terakota setelah berkunjung ke beberapa toko retail tanaman hias di Australia seperti Brookfield Garden Center. Berlokasi di Kota Brisbane, Brookfield Garden Center memamerkan aneka pot terakota di salah satu sudut toko. Ada yang masih gerabah murni berwarna cokelat yang dilabur kapur tembok.

Venessa yang sempat tinggal di Australia untuk menempuh studi desain komunikasi di RMIT University, Melbourne. Setelah pulang ke Indonesia, ia kesulitan mencari pot terakota untuk dekorasi rumahnya. (Sinta Herian Pawestri)

Previous articleSejuta Warna Fuchsia
Next articleFokus Empat Spesies
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img