Tuesday, November 29, 2022

Gecko: Dari Turpan ke Surabaya

Rekomendasi

Saat hijrah ke Surabaya yang bersuhu 29-34oC, gecko itu seperti datang ke daerah berhawa sejuk.

 

Awal 2007, setelah melihat gambar tibetan wonder gecko di buku reptil dari Amerika Serikat, Budi Wonosasmito jatuh hati. Kolektor reptil di Kota Pahlawan itu terpesona pada tubuh putih dengan balutan totol hijau kekuningan. ‘Yang unik, matanya besar seperti mata kodok,’ ujar Budi. Pantas bila gecko itu kerap disebut tibetan frog eye gecko.

Di habitat aslinya, wonder gecko mahfum dengan perubahan suhu yang ekstrim. Maklum siang hari di Turpan dapat mencapai suhu 40oC dan malam 5oC. Namun, terkadang perubahan yang drastis itu membuatnya stres. Tandanya, ekor terus bergoyang-goyang. Perilaku itu juga ditunjukkan saat wonder gecko merasa terancam. ‘Ekor itu biasanya putus. Namun, saat sudah normal ia dapat tumbuh kembali,’ kata alumnus Sekolah Tinggi Teknologi Surabaya itu.

Layaknya famili Gekkonidae, wonder gecko aktif malam hari mencari jangkrik dan ulat. Itulah pakan utama yang membuat tokek sepanjang 12-14 cm itu tampak gemuk. Wonder gecko pun suka bersembunyi menghindari cahaya. Untuk itu Budi memberi pasir zeolit ke dalam boks pemeliharaan. Selain media dan tempat bersembunyi, zeolit berguna sebagai tempat meletakkan telur saat musim kawin.

New caledonian giant gecko

Selain wonder gecko, dari negeri Tirai Bambu itu Budi juga mendatangkan Chinese Cave Gecko. Sosok tokek itu mirip leopard gecko, tapi memiliki ekor gemuk. ‘Semakin gemuk ekornya, tanda ia semakin sehat,’ kata drh Slamet Rahajo, MS, praktikus reptil di Yogyakarta. Tubuh cave gecko tampak lebih langsing dengan mata merah kecokelatan seperti wonder gecko. Jenis ini suka sekali bersembunyi. Karena itu di boks perlu dibuat peneduh seperti gua yang memiliki kelembapan 60-80% dan sphagnum moss sebagai media.

Yang tak kalah menarik cat eye gecko yang tersebar mulai dari Malaysia, Kalimantan, dan Kepulauan Sanana di Sula Archipelago. Sebutan cat eye diberikan lantaran mata tokek itu menyempit di ujung, mirip mata kucing. Corak tubuhnya juga menarik, merah kecokelatan dan dihiasi garis putih. Bagian bawah tubuh berwarna putih solid. Sosok jantan lebih pendek ketimbang betina yang mencapai panjang tubuh 18 cm. Uniknya, perlakuan dengan menyemprotkan air ke tubuh si mata kucing sekitar setengah jam sebelum senja hari dapat membuatnya aktif di malam hari.

Contoh tokek lain yang menawan adalah new caledonian giant gecko Rhacodactylus leachianus. Gecko asal New Caledonia, Amerika Utara, itu termasuk jenis tokek besar. Panjang tubuhnya mencapai 35 cm. Bila perawatannya benar, jenis omnivora-pemakan segala-itu bisa bertahan hidup sampai 20 tahun. Umur panjang itu pula yang membuatnya digemari pencinta reptil, terutama di negeri Paman Sam.

Masih ada jenis-jenis tokek lain dari belahan dunia yang didatangkan Budi: creasted gecko, african albino fat tailed gecko, dan african fat tailed gecko. Mereka seluruhnya gemar bersembunyi dan tak bersuara. ‘Suaranya baru keluar saat berbiak,’ ujar Slamet. Namun, kehadiran tokek-tokek bisu ini siap menggoda perhatian penggemar reptil tanahair untuk mengkoleksinya. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img