Sunday, January 25, 2026

Gempur Batu Ginjal

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanaman gempur batu menggempur batu ginjal secara cepat.

Endang Suryani spontan menjerit ketika tanpa sengaja siku cucunya menekan agak keras ke bagian pinggang bagian kanan. “Sakitnya luar biasa. Nyeri di bagian sekitar perut sampai pinggang. Padahal, biasanya kalau hanya tertekan dengan kekuatan seperti itu tidak apa-apa,” ujar perempuan 68 tahun itu. Derita itu ternyata tidak segera hilang, bahkan rasa nyeri semakin menyebar disertai rasa panas di sekitar pinggang.

Gempur batu ampuh menggerus batu ginjal dalam butiran yang halus sehingga tidak menyakitkan saat keluar bersama urine. (Foto: Koleksi Pusat Studi Biofarmaka-IPB dan Dok. Trubus)
Gempur batu ampuh menggerus batu ginjal dalam butiran yang halus sehingga tidak menyakitkan saat keluar bersama urine. (Foto: Koleksi Pusat Studi Biofarmaka-IPB dan Dok. Trubus)

Keessokan hari pada Mei 2016 Endang memeriksakan kelainan tubuhnya ke dokter langganan di kota Denpasar, Provinsi Bali. Pengecekan melalui alat ultrasonografi membuktikan, ada batu 1 cm dalam ginjal. Untuk mengatasinya dokter menyarankan “menembak” batu ginjal itu dengan gelombang kejut Estracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Penembakan itu jauh lebih cepat untuk menghilangkan batu daripada peluruhan melalui obat-obatan medis.

Nyeri pinggang
Menurut dokter spesialis penyakit dalam sekaligus ahli ginjal di Rumahsakit Santo Borromeus, Bandung, Jawa Barat, Prof Dr dr Rully MA Roesli SpPD KGH, pasien tidak merasakan gejala batu ginjal. Gejala juga tidak akan terasa jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga dikeluarkan dari tubuh melalui ureter dengan mudah. Gejala akibat batu ginjal terasa ketika batu berukuran lebih besar keluar dari ginjal menuju ureter.

Rully Roesli mengatakan, gejala batu ginjal yang paling umum adalah rasa nyeri pada perut dan punggung bagian bawah, pinggang, serta selangkangan. Nyeri itu terasa secara konstan atau bisa datang dan pergi. “Gejala lain dari batu ginjal adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil dan rasa sakit saat kencing,” ujar Rully. Ia mengatakan, penanganan menggunakan tembakan gelombang kejut lazim dilakukan untuk menangani batu berukuran 1 cm.

Meski memerlukan biaya mahal, keuntungannya adalah tidak perlu pembiusan, pembedahan, dan setelah itu dilanjutkan dengan rawat jalan, tanpa harus opname. Endang memerlukan waktu berhari-hari untuk mencari rumah sakit yang memiliki fasilitas tembak kejut dan dapat melakukan penembakan dalam waktu dekat. Ia menyinggahi hampir seluruh rumah sakit besar di Bali untuk menangani batu ginjal.

Sayang, rumah sakit pemilik alat itu sudah penuh daftar antrean dan harus menunggu 2 bulan ke depan. “Daftar antreannya sangat panjang, padahal dokter menyarankan untuk sesegera mungkin supaya tidak membuat batu bertambah besar kalau terlalu lama ditunda,” ujarnya. Itulah sebabnya Endang memutuskan untuk mendatangi herbalis yang menyarankan untuk mengonsumsi rebusan tanaman gempur batu Borreria hispida.

Gempur batu

Dr Rully Rusli, SpPD, dokter ahli ginjal.
Dr Rully Rusli, SpPD, dokter ahli ginjal.

Herbalis itu kemudian memberikan sebuah plastik berisi tanaman gepur batu berupa semak berbatang pendek kepada Endang. Setelah tiba di rumah Endang merebus 4 tanaman gempur batu dalam 2 gelas air hingga mendidih. “Seluruh bagian tanaman saya rebus,” kata Endang. Ia menyaring air rebusan gempur batu dan rutin mengonsumsi 2 ali sehari setiap pagi dan malam sebelum tidur.

Pada hari ke-5 konsumsi herbal rumput setawar–sebutan gempur batu di Sumatera—dokter yang menyarankan tembak kejut menghubungi Endang. Keesokan hari Endang datang ke rumah sakit dan menjalani cek ultrasonografi untuk melihat kondisi batu ginjal. Saat dokter menjelaskan hasil tes berdasar foto ultrasonografi, dahinya mengernyit dan beberapa saat kemudian dia tersenyum.

“Ia mengatakan kalau batu ginjalnya sudah hilang. Jadi saya tidak perlu lagi menjalani tindakan medis apa pun,” ujarnya semringah. Ia juga merasa itu sebuah kejutan, karena selama mengonsumsi herbal itu, ia tidak merasakan sakit dan tidak terlihat adanya benda asing yang keluar saat berkemih. Itu membuktikan keistimewaan gempur batu yaitu selain waktu peluruhan yang cepat hasil luruhan batu sangat halus dan mudah terbawa urine keluar tubuh.

Khasiat gempur batu itu sejalan dengan penelitian Yun Astuti, B. Wahjoedi, Lucie Widowati. Periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan itu membuktikan gempur batu manjur mengatasi batu kandung kemih. Penelitian menunjukkan, infus Borreria hispida pada dosis 50% menghancurkan batu kandung kemih pada tikus.

Persentase bobot batu yang tertinggal pada kelompok tikus dosis 50% adalah 38,20%. Paling rendah nilainya daripada kontrol yaitu 100%, dosis 1% (80,3%), dan dosis 10% (51,45%). Semakin besar dosis konsumsi semakin besar daya menghancurkan batu kandung kemih. Rully Rusli mengatakan, batu ginjal dan kencing batu pada prinsipnya sama. Kencing batu salah satu tanda dari batu ginjal.

Batu ginjal dapat terjadi karena fungsi ginjal sebagai penyaring zat-zat limbah yang terdapat di dalam tubuh yang akan dibuang melalui urine. Namun, pada kondisi kadar zat itu terlalu tinggi maka pembuangan tidak dapat secara sempurna sehingga masih mengendap di dalam ginjal. “Endapan yang mengeras, mengkristal, itulah yang sering disebut dengan batu ginjal,” ujar dokter dengan spesialisasi ilmu pengobatan organ ginjal itu.

Bukan keji beling

Masyarakat menyebut keji beling sama dengan gempur batu.
Masyarakat menyebut keji beling sama dengan gempur batu.

Menurut peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika Institut Pertanian Bogor, Taufik Ridwan, masyarakat sering rancu dalam penyebutan nama gempur batu adalah sama dengan tanaman keji beling Strobilanthes crispus. Padahal keduanya tanaman yang berbeda. Menurut Taufik Ridwan gempur batu memiliki beberapa bahan kimia seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang tersebar di seluruh bagian tumbuhan.

Efek farmakologis gempur batu di antaranya peluruh urine dan mencegah pembentukan batu ginjal. Namun, kepopuleran tanaman berdaun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar, dan bunga kecil-kecil berwarna putih itu, kalah dengan keji beling. “Kejibeling lebih banyak dipakai oleh herbalis. Kondisi itu mungkin disebabkan habitat asli gempur batu yang timbuh liar di daerah sekitar hutan dan dataran tinggi,” kata Taufik.

Selain itu penelitian ilmiah tentang khasiat gempur batu juga terbatas. Kalangan herbalis lazim meresepkan gempur batu untuk mengobati batu ginjal dan batu kemih. “Tanaman itu memang andal untuk meluruhkan batu-batu yang terbentuk akibat endapan sisa metabolisme di dalam tubuh,” ujar herbalis dari Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ujang Edi. Ia sering meresepkan gempur batu kepada pasiennya. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img