Friday, January 16, 2026

Gibran Blak-blakan di Bondowoso: Indonesia Produsen Kopi Nomor 4 Dunia, Tapi…

Rekomendasi
- Advertisement -

Sorak petani menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah hamparan kebun kopi Ijen, Bondowoso. Suasana Panen Raya Kopi Ijen pagi itu (24/6/2025) berubah jadi panggung gegap gempita. Gibran, dengan kaus lengan panjang dan caping khas petani, tak sekadar memetik buah ceri merah—ia memetik fakta besar: Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia! Prestasi gemilang ini, kata Gibran, justru harus jadi cambuk. Jangan terlena karena masih banyak PR.

Bondowoso, salah satu sentra kopi di Jawa Timur, menjadi saksi mata komitmen Gibran. Di sini, biji kopi Ijen Raung—dengan karakteristik asam fruity dan aroma floral—tumbuh subur. Gibran menyentuh langsung proses petik hingga pengolahan pascapanen. Menurut Gibran kopi Bondowoso punya cerita sehingga harus naik kelas. Ia pun mengapresiasi gelaran panen raya yang jadi ajang promosi sekaligus edukasi bagi petani.

Di balik kebanggaan itu, Gibran menyoroti tiga tantangan krusial pada industri kopi di tanah air. Pertama produktivitas rendah. Luas lahan Indonesia besar, tetapi hasil per hektare kalah dari Brasil atau Vietnam. Petani kita butuh teknologi dan varietas unggul. Kedua hilirisasi tertinggal. Sebanyak 70% ekspor kopi Indonesia masih berupa biji mentah (green bean). Ketiga branding & kualitas. Kopi kita sudah mendunia, tapi kualitas harus dijaga konsisten. Jangan sampai brand ternoda karena kelalaian.

Gibran menekankan, solusi mengatasi itu semua ada pada kolaborasi pemerintah, petani, swasta, serta peneliti dan asosiasi. Pemerintah mempercepat distribusi bibit unggul, bangun infrastruktur pengolahan, dan dorong sertifikasi internasional (seperti Fair Trade). Petani meningkatkan kapasitas lewat sekolah lapang dan adopsi praktik pertanian berkelanjutan. Swasta berperan investasi di hilirisasi (pengolahan, kemasan, pemasaran) untuk naikkan nilai jual. Peneliti & asosiasi: Kembangkan inovasi teknologi tepat guna dan standar mutu.
Menurut Gibran sinergi petani, koperasi, dan pemda di Bondowoso luar biasa.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Bondowoso bukan sekadar seremonial. Ia meletakkan pondasi gerakan nasional: Produktivitas, Hilirisasi, dan Branding. Lebih lanjut Gibran mengataka bahwa Indonesia punya semua syarat jadi raja kopi dunia: iklim, lahan, dan SDM. Tinggal sinerginya diperkuat. Bagi Gibran, kopi Indonesia adalah cerita tentang kebanggaan, kerja keras, dan peluang—yang dimulai dari desa-desa di Bondowoso.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img