Friday, January 16, 2026

Glukomanan Porang, Bahan Lokal yang Kini Menembus Industri Kosmetik

Rekomendasi
- Advertisement -

Umbi porang tidak lagi sebatas bahan pangan. Tanaman bernama latin Amorphophallus muelleri itu mulai menarik perhatian industri kecantikan berkat penelitian terbaru dari IPB University. Melalui serangkaian uji dan pengembangan, glukomanan—serat pangan utama pada porang—berhasil diolah menjadi bahan dasar kosmetik pelindung kulit (skin protector).

Penelitian tersebut digagas oleh Dr Prayoga Suryadarma, peneliti sekaligus dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB University. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan porang selama ini terkendala tingginya kandungan kalsium oksalat. Senyawa itu menyebabkan rasa gatal dan membatasi penggunaan porang pada berbagai industri.

Melalui teknologi kavitasi hidrodinamik, Dr Prayoga dan tim berhasil menurunkan kandungan oksalat tanpa menambahkan bahan kimia. Hasilnya adalah glukomanan rendah oksalat yang lebih aman dan ramah lingkungan. “Selain menurunkan kadar oksalatnya, proses ini menghasilkan glukomanan yang dapat dijadikan bahan dasar satu kosmetik dengan lima efek perlindungan kulit,” ujarnya.

Kelima efek itu meliputi perlindungan lapisan pelindung kulit (skin barrier protection), perlindungan hidrasi, perlindungan sinar ultraviolet, perlindungan antipenuaan, dan perlindungan antioksidan. Menurut Dr Prayoga, glukomanan hasil pemurnian tersebut menjadi “rahasia utama” di balik kemampuan kompleksnya dalam menjaga kesehatan kulit.

Glukomanan memiliki sifat sebagai pengental, pembentuk gel, dan pelembap. Keunggulannya, bahan alami itu tetap stabil meski dikombinasikan dengan berbagai bahan aktif lain. Formulasi tersebut memungkinkan pengembangan produk perawatan kulit yang memberikan hasil kulit lebih halus, sehat, dan bercahaya tanpa tambahan bahan sintetis.

Dari sisi aplikasi, glukomanan porang dapat diformulasikan menjadi lotion, masker, serum, hingga tabir surya. Sifat alami dan stabilitasnya membuat bahan ini aman dipakai pada berbagai kondisi formulasi, sekaligus menghasilkan efek glowing alami yang kini banyak diincar konsumen.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti porang bisa menjadi dasar pengembangan kosmetik dan klinis yang tidak kalah dengan produk impor,” kata Dr Prayoga dilansir pada laman BRIN. Menurutnya, riset lokal menawarkan solusi yang lebih sesuai dengan karakter kulit tropis serta dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor berharga tinggi.

Selain untuk kosmetik, penelitian lanjutan dilakukan untuk mengoptimalkan glukomanan sebagai bahan dasar perbaikan jaringan kulit. Selama ini, material glukomanan untuk penanganan luka bakar, bekas operasi, atau perawatan medis pascaprosedur masih harus diimpor. “Jika pengembangan ini berhasil, bahan lokal ini dapat menjadi alternatif pengganti dengan kualitas setara bahkan lebih ramah bagi kulit,” ujarnya.

Inovasi tersebut menjadi langkah penting menuju kemandirian bahan baku kosmetik dan klinik di Indonesia. Dari umbi porang yang tumbuh subur di tanah Nusantara, muncul peluang besar untuk menciptakan produk kecantikan dan kesehatan kulit yang alami, aman, serta bernilai ekonomi tinggi.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img