Teknologi produksi lipat ganda atau proliga menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan hasil panen cabai di Indonesia. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Hortikultura, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Dr. Drs. Budi Winarto, M.Sc., mengatakan teknologi ini mengintegrasikan seluruh aspek budi daya secara presisi.
Proliga mencakup penyiapan benih, pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit dalam satu rangkaian teknologi terpadu. “Saya punya pengalaman menggunakan teknologi proliga di Magelang dan Rembang, hasilnya luar biasa,” ujar Budi.
Menurut Budi, jika benih unggul dipadukan dengan pendekatan proliga, maka lonjakan produktivitas dapat meningkat sangat signifikan. Percobaan pada 2020 di Magelang menunjukkan hasil mencolok.
Petani yang sebelumnya hanya panen 0,5—0,7 kg per tanaman, mampu menghasilkan hingga 1,5 kg cabai per tanaman setelah menerapkan teknologi proliga. Sementara itu, di Rembang produksi bahkan mencapai 2 kg per tanaman.
Peningkatan tidak hanya terjadi pada bobot hasil panen. Frekuensi panen yang sebelumnya hanya 8—9 kali dalam metode konvensional, meningkat menjadi 20—21 kali panen dengan teknologi proliga.
Budi menjelaskan bahwa keberhasilan teknologi ini sangat bergantung pada lima faktor penting. Pertama, penggunaan varietas unggul dan persemaian sehat.
Faktor ketiga adalah peningkatan kepadatan populasi tanaman untuk memaksimalkan hasil per satuan luas. Dua faktor lainnya meliputi pengelolaan tanah, hara, dan air yang optimal serta kemampuan menekan kehilangan hasil akibat organisme pengganggu tanaman (OPT) hingga kurang dari 10% melalui prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Teknologi pengolahan cabai seperti cabai kering, bubuk cabai, pasta, dan sambal kemasan juga dikembangkan untuk menjaga nilai tambah dan mengurangi potensi kerugian pascapanen. Upaya ini banyak dilakukan di berbagai sentra, termasuk Lubuk Cuik.
Dengan kombinasi teknologi proliga dan pengolahan pascapanen yang baik, petani cabai memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
