Trubus.id— Permintaan total melon dalam greenhouse mencapai ratusan ton per bulan. Peluang masih sangat besar. Itu diungkapkan oleh Direktur PT Javanesia Frestama Indonesia, Martin Minar Widjaja.
PT Javanesia Frestama Indonesia salah satu pemasok buah premium ke pasar swalayan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta Bandung (Jawa Barat).
Perusahaan di Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu, baru sanggup memasok sekitar 16 ton melon premium per bulan. Itu baru permintaan dari pasar dalam negeri.
Sebetulnya konsumen mancanegara pun tersengsem dengan buah melon premium asal Indonesia. Fendi Setiawan, petani sekaligus pemasok melon dalam greenhouse di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mendapatkan permintaan melon premium dari Arab Saudi, Singapura, dan Jepang.
“Arab Saudi meminta 150 ton per bulan dan Singapura mengharapkan pasokan 12 ton per pekan,” kata Fendi.
Fendi belum menyanggupi permintaan ekspor itu karena kapasitas produksi belum memadai Apalagi pembeli dari luar negeri menghendaki kuota minimal dan kontinuitas pasokan.
Kapasitas produksi Green House Indonesia—nama usaha Fendi Setiawan—saat ini baru mencapai 80—90 ton per bulan. Jumlah itu pun belum memenuhi permintaan pasar lokal yang mencapai 100—150 ton per bulan.
“Yang dicari sekarang melon dalam greenhouse. Ada konsumen yang tidak menyukai melon yang ditanam secara konvensional seperti di hamparan,” kata Fendi.
Hal itu yang menyebabkan Fendi terus menjalin kerja sama dengan para petani di berbagai daerah untuk menambah kapasitas produksi. Saat ini pasokan melon Fendi berasal dari 700 petani lebih yang tersebar di Blitar, Nganjuk, Kediri, Jombang—ketiga daerah itu berada di Jawa Timur.
Luas greenhouse milik petani mitra beragam mulai dari 400—600 m² berpopulasi 1.000 tanaman. Tidak hanya Martin dan Fendi yang kewalahan menerima permintaan melon premium.
Erik Susanto senang sekaligus masygul menerima permintaan rutin 3—20 ton melon premium per pekan. “Itu baru dari satu pengepul. Ada beberapa pengepul yang juga meminta pasokan melon,” kata petani melon dalam greenhouse di Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, itu.
Plastik ultraviolet terbaik
Erik senang karena melonnya laku terjual. Bukan hanya itu, kesuksesannya bisnis melon berkat budidaya nya menggunkan greenhouse bambu. Selain bambu bermutu baik, bahan lain yang menentukan keberhasilan penanaman melon di dalam greenhouse bambu yaitu plastik ultraviolet.
Erik mengandalkan, plastik ultraviolet merek Bell sebagai atap greenhouse karena kuat dan awet. Plastik ultraviolet produksi PT Hidup Baru Plasindo itu memiliki beragam zat aditif sehingga lebih unggul daripada produk sejenis lainnya.
Distributor plastik ultraviolet merek Bell yaitu PT Tunas Agro Persada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Direktur Pemasaran PT Tunas Agro Persada, Cipto Legowo, mengatakan, zat aditif dalam plastik ultraviolet Bell yaitu UV stabilizer, antibakteri, light diffuser, infra red, dan EVA.
UV stabilizer meningkatkan ketahanan plastik terhadap matahari. Harap mafhum plastik biasa cepat terdegradasi jika tekena sinar matahari secara langsung dan hawa panas dalam durasi yang lama. Pemakaian pestisida mempercepat degradasi plastik.
Oleh karena itu, UV stabilizer diperlukan untuk melindungi plastik ultraviolet Bell dari sinar matahari dan degradasi termal. Adapun zat aditif antibakteri memperlambat pertumbuhan lumut pada plastik ultraviolet sehingga sinar matahari masuk optimal.
Sementara peran light diffuser yakni mendistribusikan cahaya matahari yang masuk secara merata. “Light diffuser juga mencegah kerusakan tanaman karena paparan sinar matahari yang berlebih pada satu titik,” kata Cipto.
Manfaat infra red mencegah pelepasan suhu panas sehingga mengurangi perubahan suhu yang drastis dalam greenhouse. Adapun kegunaan EVA yaitu menambah fleksibilitas dan kekuatan plastik ultraviolet sehingga lebih tahan terpaan angin kencang.
PT Hidup Baru Plasindo hanya memproduksi plastik ultraviolet berkualitas tinggi. Selain zat aditif, bahan baku pembuatan plastik ultraviolet Bell menggunakan 100% bijih plastik murni bermutu terbaik dan teknologi mesin 3 layer sehingga lebih kuat dan awet.
Dengan semua keunggulan itu plastik ultraviolet Bell menjadi pilihan terbaik bagi petani melon dalam greenhouse seperti Erik. Selain menguntungkan petani, pertumbuhan tanaman melon pun lebih optimal.
Apalagi jika perawatan tanaman dilakukan sungguh-sungguh. Dengan begitu menghasilkan melon premium dari greenhouse bambu pun terwujud. Untuk pembahasan terlengkap, Anda dapat mengetahui lebih lanjut di Majalah Trubus Edisi 641 April 2023.
Majalah Trubus Edisi 641 April 2023 mengupas tuntas terkait peluang bisnis melon premium di greenhouse bambu. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 641 April 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.
