Saturday, April 20, 2024

Gunakan Pupuk Cair Magot : Hasil Panen Padi Petani di Karawang Meningkat 25%

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Petani padi di Desa Jatibaru, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ruskim, mengombinasikan pupuk cair magot dan kimia untuk tanaman padi miliknya. Menurut Ruskim, penggunaan pupuk cair magot menunjukkan perubahan signifikan. Panen melonjak 25%.

Pupuk cair yang digunakan Ruskim termasuk pupuk hayati lantaran mengandung beberapa mikrob yang baik untuk tanaman. Pupuk cair hayati itu hasil penguraian sampah organik oleh magot alias larva lalat hitam atau black soldier fly (BSF).

Ruskim memanfaatkan pupuk cair magot sejak fase pembenihan hingga menjelang panen. Kali pertama ia menyemprotkan pupuk hayati itu ketika tanaman berumur 7 hari setelah tanam (hst).

Satu kotak pembenihan seluas 1 m2 untuk penanaman ¼ hektare sawah mendapatkan 4 liter pupuk cair magot yang dilarutkan ke dalam 91 liter air bersih. Dengan kata lain setiap 750 ml pupuk cair magot dicampurkan 17 liter air.

Berselang 3 hari atau tanaman berumur 10 hst ia memberikan 25 kg Urea dan 10 kg TSP Ruskim memanfaatkan pupuk cair magot sejak fase pembenihan hingga menjelang panen. Kali pertama ia menyemprotkan pupuk hayati itu ketika tanaman berumur 7 hari setelah tanam (hst).

Satu kotak pembenihan seluas 1 m2 untuk penanaman ¼ hektare sawah mendapatkan 4 liter pupuk cair magot yang dilarutkan ke dalam 91 liter air bersih. Dengan kata lain setiap 750 ml pupuk cair magot dicampurkan 17 liter air.

Berselang 3 hari atau tanaman berumur 10 hst ia memberikan 25 kg Urea dan 10 kg TSP per 1 kotak pembenihan. Lalu 5 hari menjelang pindah tanam Ruskim menyemprotkan lagi 4 liter pupuk cair magot per kotak pembenihan.

Kemudian ia memindahkan tanaman kerabat jagung yang berumur 22 hst ke sawah. Sebelum menggunakan pupuk cair itu, pindah tanam dilakukan ketika tanaman berumur minimal 25 hst.

Pemupukan selanjutnya pada 25 hst dengan pemberian 210 kg Urea per hektare. Jika perakaran padi belum sempurna ia memberikan 140 kg TSP atau SP 36 per hektare. Pada 50—60 hst atau menjelang padi mengeluarkan malai Ruskim menyemprotkan 5,6 liter pupuk cair itu per hektare.

“Tujuannya agar tanaman memperoleh vitamin untuk persiapan mengeluarkan malai,” kata pria kelahiran Subang, Jawa Barat, itu. Pemberian pupuk cair magot terakhir pada 75 hst sebanyak 2,8 liter per hektare. Ruskim memanen padi berumur 95—100 hst.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berkat Trubus POC Petani di Berastagi Panen Horenso 56% Lebih Tinggi

Trubus.id— Manfaat Trubus pupuk organik cair kian dirasakan sejumlah petani. Petani di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img