Trubus.id—Idham Kholiq mengebunkan melon di green house. Ia menanam di 2 rumah tanam itu masing-masing seluas 700 m2 . Pekebun asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, itu membuat rumah tanam dari bambu karena relatif lebih murah. “Biaya pembuatan greenhouse dari bambu hanya sekitar Rp100.000 per m2,” tutur Idham.
Biaya pembuatan itu hanya separuh dari biaya pembangunan rumah tanam berbahan besi galvanis. Meski begitu, rumah tanam berbahan bambu itu relatif tahan lama mencapai 4—5 tahun. Agar lebih efisien Idham juga menanam melon dalam polibag berisi media tanam serbuk sabut kelapa atau kokopit.
Ia harus mengganti separuh media tanam dengan kokopit baru saat pemanenan selesai. Menurut pekebun di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhtar Yusuf, kekurangan menggunakan media tanam adalah perlu waktu untuk mencari media tanam lagi. “Untuk persiapan media tanam memakan waktu 2 pekan,” kata Muhtar.
Muhtar beralih membudidayakan melon premium dengan cara hidroponik memakai sistem nutrient film tecnique (NFT). Ia menggunakan guli dari pipa polivinilklorida (PVC) berdiameter 7,62 cm untuk efisiensi. Para pekebun menerapkan berbagai cara untuk menghemat biaya produksi. Semua itu mereka lakukan demi meraup margin melon yang terbukti mantap alias bagus.
Hitung Laba Melon
Asumsi:
- Luas greenhouse 150 m2 ditambah untuk pesemaian dan keperluan lainnya jadi 200 m2
- Melon ditanam dengan teknik hidroponik nutrient film technique (NFT) dengan menggunakan guli pipa polivinil klorida (PVC).
- Melon yang ditanam adalah melon golden berdaging jingga.
- Harga jual melon Rp30.000 per kg.
- Satu periode tanam 70 hari.
- Bahan greenhouse dari bambu.
Kesimpulan:
Break Event Point (BEP)
- BEP untuk volume produksi: BEP = Total Biaya Produksi : Harga Jual
BEP = Rp10.031.770 : Rp30.000
BEP = 334
Titik balik modal tercapai bila memproduksi melon minimal 334 kg.
BEP untuk harga produksi: BEP = Total Biaya Produksi : Volume Rata-rata Produksi BEP = Rp10.031.770: 700
BEP = Rp14.331 Titik balik modal tercapai bila harga melon Rp14.331 per kg.
Rasio Pendapatan per Biaya (R/C Ratio):
R/C ratio = Pendapatan Kotor : Total Biaya Produksi
R/C ratio = Rp21.000.000 : Rp10.031.770 R/C ratio = 2,09
Setiap biaya sebesar Rp1,00 diperoleh pendapatan Rp2,09. R/C ratio lebih dari 1 berarti usaha ini menguntungkan.
