Sunday, May 19, 2024

Hadapi El Nino dengan Pompanisasi: Mentan Targetkan Kenaikan Produksi Padi di Jawa Timur Meningkat Hingga 2 Juta Ton

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Fenomena el nino berdampak terhadap sektor pertanian. Demi memenuhi target produksi dan kebutuhan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar menerapkan program pompanisasi.

Salah satu daerah target pompanisasi itu Provinsi Jawa Timur yang memiliki lebih kurang 380.000 hektare (ha) sawah tadah hujan. Menteri Pertanian (Mentan) Amran optimis sistem pompanisasi mampu memaksimalkan penanaman di lahan 300.000 ha.

Sehingga, Jawa Timur dapat menutupi 50% kebutuhan beras nasional. Pasalnya beberapa tahun ini pasokan impor.

“Ini kita pasang pompa, sehingga yang tadinya tanam satu kali bisa jadi tiga kali, artinya kita bisa capai nanti, dari Jawa Timur saja target kenaikan mencapai 2.000.000 ton, minimal 1.000.000 ton itu bisa menutupi 50% impor kita hanya dari satu provinsi,” ujar Mentan Amran dilansir pada laman Kementan.

Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 3.700 unit pompa air yang akan disebar ke 21 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Bantuan pompa itu senilai Rp. 113,9 Milyar, dengan cakupan area yang diairi diperkirakan seluas 60.165 ha.

Pejabat Gubernur, Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono menuturkan bahwa Provinsi Jawa Timur masih sebagai produksi padi terbesar di Indonesia. Ia memaparkan pada 2020—2023 Jawa Timur berkontribusi sebanyak 17,9% pada produksi padi nasional.

Pada 2023 dengan pencapaian produksi sebanyak 9,7 ton gabah kering giling atau setara 5,6 juta ton beras.  Dampak el nino berpengaruh signifikan terhadap sektor pertanian. Hal itu menyebabkan pola tanam dan pola produksi pertanian di Jawa Timur berubah.

“Tetapi hari ini kita diberikan bantuan yang cukup banyak 3.700 buah pompa air, dengan adanya pompanisasi ini, kami yakin persoalan air dapat terpenuhi,” ujar Adhy.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img