Saturday, January 24, 2026

Hadapi White Spot Tebar Vannamei

Rekomendasi
- Advertisement -

Kemampuan adaptasi tinggi menjadi alasan Litopenaeus vannamei itu dipilih sesudah Pennaeus monodon luluh lantak dihantam white spot. Pembudidaya di Cina dan Taiwan sudah mengembangkan si bongkok putih secara besar-besaran. Petambak di tanah air pun bergairah kembali berkat kehadiran udang asal Amerika Latin itu.

Gara-gara serangan white spot banyak tambak di Lampung Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat nyaris tak beroperasi  lagi. Keterpurukan ribuan tambak terjadi pula di Sulawesi Selatan pada Januari 2003. Kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah.

Namun, kini suara kincir sayup-sayup terdengar lagi begitu memasuki lokasilokasi tambak di sana. Petak-petak tambak berukuran 100 m x 50 m sudah tidak lagi kering. Sekitar 90% petambak sudah kembali menebar benur. Yang dipilih benur vannamei. Anggota crustaceae itu lebih tahan white spot. “Pada tingkatan serangan yang sama, vannamei masih mampu bergerak, sementara windu menemui ajal,” ucap Murdjani.

Vannamei sebetulnya pernah dicoba di Jawa Timur pada 1999. Petambak sudah merasakan manisnya panen si bongkok putih itu. Hasilnya jauh lebih baik dibanding ketika menebar windu. Meski demikian untuk mendapatkan hasil optimal perlu diketahui seluk-beluk budidayanya.

Di daerah pantai

Lokasi sangat penting untuk keberhasilan budidaya vannamei. Udang itu cocok diusahakan di daerah pantai dengan fl uktuasi air pasang-surut sekitar 2—3 meter. Pilih tanah liat berpasir dengan green-belt berupa hutan mangrove di antara lokasi tambak dan pantai. Sumber air tawar dengan debit besar perlu ada sebagaicampuran air. Vannamei tumbuh optimal pada salinitas 15—20 ppt.

Konstruksi tambak vannamei sama seperti windu. Namun, disarankan petak berbentuk bujur sangkar berkedalaman 150 —180 cm. Saluran air masuk (inlet) dibuat terpisah dari saluran keluar (outlet). Kemiringan dasar tambak dirancang 5—10% ke arah outlet. Kincir air dipasang sedemikian rupa sehingga kotoran dan sisa pakan terkumpul di saluran pembuangan.

Petambak perlu cermat memilih benur. Benur vannamei yang dipakai minimal berumur post larva 10. Ia lebih adaptif dengan lingkungan. Benur boleh berasal dari induk impor F1 atau F2. Kedua jenis benur itu dapat tumbuh baik di tambak. Kendati benur yang berasal dari F2 terjadi penurunan kualitas. Itu disinyalir karena inbreeding.

Benur yang baik bertubuh transparan, tingkat keseragaman ukuran 80%, aktif bergerak, dan hepatopankreas terlihat jelas. Jika benur dimasukkan ke dalam baskom kecil dan air baskom diputar, benur akan berenang melawan arah arus air. Yang penting lagi benur lulus uji virus melalui PCR. Benih saat ditebar segera menyelam ke dasar petakan. Selang 10—15 hari mereka tampak berenang beriringan.

Benur dapat ditebar dengan kepadatan tinggi melampaui windu, 100—125 ekor/m2. Itu disebabkan vannamei mampu memanfaatkan badan atau kolom air pada petak tambak. Berbeda dengan windu yang hanya mengandalkan dasar tambak. Dengan begitu produktivitas tambak lebih tinggi.

Frekuensi 4—6 kali

Pemberian pakan yang tepat sangat mendukung pertumbuhan udang. Pakan diberikan sejak benur ditebar. Ukuran pelet disesuaikan besar udang. Tujuannya menghindari kekurangan pakan (underfeeding) atau kelebihan pakan (overfeeding). Kekurangan pakan menyebabkan anggota crustaceae itu lambat tumbuh, ukuran tidak seragam, dan keropos. Sebaliknya, kelebihan pakan berakibat kualitas air turun. Contoh post larva ukuran 30—40 perlu diberi sebanyak 400—500 g/100.000 benur/hari.

Frekuensi pemberian pakan 4—6 kali/hari. Waktu pemberian pukul 04.00, 08.00, 12.00, 16.00, 20.00, dan 24.00. Pada saat pemberian pakan, kincir air perlu dimatikan sesaat untuk menghindari terbawanya pelet oleh arus air.

Selain pakan, kualitas air perlu diperhatikan. Kualitas air yang baik mendukung udang tumbuh optimal. Jika diabaikan, perubahan kualitas air menyebabkan udang stres. Sebab itu beberapa parameter kualitas air wajib dipantau seperti suhu 24—320C, salinitas 15—20 ppt, pH 7—8,5, dan kandungan oksigen terlarut (DO) 0,08 ppm.

Pada suhu kurang dari 250C pada Juni—Agustus, udang kurang aktif mencari pakan. Jika itu terjadi segera kurangi pemberian pakan agar terhindar overfeeding. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh udang dapat ditambahkan atraktan seperti minyak ikan dan minyak cumi. Termasuk imunostimulan seperti vitamin C dan peptidoglikan.

Kandungan oksigen terlarut (DO) berpengaruh terhadap metabolisme. Pada malam hari DO menukik tajam, tapi diusahakan tidak kurang dari 3 ppm. Tandatanda air kekurangan DO, udang berenang di permukaan air atau bergerombol di inlet tambak. Pemakaian kincir merupakan salah satu cara pemecahan masalah DO rendah. Idealnya lahan seluas 0,25 hektar perlu 4—6 unit kincir air.

Di panen 3,5 bulan

Berbagai penyakit yang bersumber pada kualitas air dapat menyerang vannamei. Jumlah bakteri Vibrio patogen seyogyanya selalu terpantau untuk mencegah timbulnya vibriosis. Demikian pula virus, menjadi ancaman serius. Ia dapat menyebabkan kematian massal dalam waktu singkat.

Beberapa virus yang perlu diwaspadai adalah WSSV (White Spot Syndrome Virus), TSV (Taura Syndrome Virus), dan IHHNV (Infectious Hypodermal Hematopoetic Necrosis Virus). WSSV dan TSV dapat menyebabkan kematian udang. Serangan TSV ditandai bintik merah dan hitam di ekor. Virus IHHNV menyebabkan kelainan tubuh udang (Runt Deformity Syndrome, RDS) seperti udang kerdil dan bentuk punggung tidak sempurna.

Panen vannamei dapat dilakukan setelah 3,5 bulan tebar. Untuk size 70 bisa dicapai 70 hari. Size 66 ketika berumur 90 hari dengan SR (Survival Rate) 75—90% dan FCR (Feed Convertion Ratio) 1,1— 1,4. Produktivitas rata-rata vannamai per ha mencapai 15—20 ton. Yang menarik persentase daging vannamei mencapai 66—68%, lebih tinggi dibanding windu yang hanya 62%. (Ir Rubiyanto W Haliman, MBA, PT Tirtamutiara Makmur di Sitobondo)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img