Saturday, April 13, 2024

Hati-hati Tanaman Beracun : Berikut Penawarnya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kemolekan berbagai tanaman lazim mengias teras. Namun hati-hati jangan tertipu dengan sosok cantik itu, sebab ada beberapa tanaman beracun. Jelatang (Laportea sp) misalnya.

Sosoknya cantik dengan daun hijau bertotol hijau muda sungguh sedap dipandang mata. Jika melihat kemolekannya, ia pantas menghias teras. Namun siapapun yang menyentuh bakal merintih hingga sepekan. Ya, Jelatang tak pandang bulu menebar nyeri dan gatal pada siapa saja yang menyentuhnya.

Tanaman jelatang. (Dok. Trubus)

Tanaman jelatang cocok digunakan sebagai pagar, penghalang bagi orang-orang yang berniat jahat.  Selain itu, jelatang juga menyimpan air, terutama pada kemarau. Tak khawatir jika anak-anak menyentuh daun jelatang?

Mereka pada umumnya paham sehingga menjauhi jelatang ketika bermainmain. Jika anak-anak terserang pun, orangtua biasanya membudidayakan tanaman penawar seperti Hoemalomena pendula di pekarangan.

Jelatang bukan satu-satunya si molek yang berbahaya. Ada pula  tanaman lakom.  Siapa tak tergoda sosok lakom? Penampilannya ramping dan berwarna ungu lembut sungguh aduhai. Warna itu amat mencolok di antara hijau dedaunan di hutan Londai, Nangapinoh, Kalimantan Barat.

Tanaman lakom. (Dok. Trubus)

Sayang, di balik kemolekannya, lakom membahayakan. Penawarnya  berupa umbi gadung Dioscorea hispida dan kulit tembolok ayam. Tanaman berbahaya lainnya rengas Gluta renghas. Getah famili Anacardiaceae itu  dapat menimbulkan luka.

Begitu bahayanya getah rengas, sampai-sampai Kebun Raya Bogor menulis peringatan di batang rengas: Awas Pohon Ini Getahnya Beracun. Tanaman lain ang cukup berbahaya seperti daun Dendrocnide stimulans dan Dendrocnide microstigma.

Penawar racun kedua tanaman itu antara lain pacing Costus sp. Oleskan saja lendir batang pacing di bagian yang gatal. Dampak getah atau racun tanaman itu juga dipengaruhi kepekaan seseorang. Indikator sederhana adalah kepekaan terhadap getah buah limus Mangifera foetida atau kemang Mangifera casia—keduanya kerabat mangga.

Orang yang relatif tahan terhadap getah kedua buah itu, cenderung tahan pada getah pohon lain, termasuk rengas, dan sebaliknya.  Dr Wee Yeow Chin, dosen di Universitas Singapura, menyebutkan substansi racun dalam tanaman itu dapat berupa alkaloid, glikosida, saponin, kalsium oksalat, dan resin.

Kelompok terbesar adalah alkaloid yang terdiri atas 5.000 jenis yang berbeda-beda.  Apakah racun itu berbahaya atau justru bermanfaat? Bagi Dyantara racun jelatang bermanfaat melindungi kebun atau getah Dendrocnide stimulans yang konon untuk terapi stroke.

Namun, di tangan Socrates (469—399 SM) racun hemlock Conium maculatum justru untuk mengakhiri hidupnya. Ahli filsafat Yunani itu menenggak hemlock yang mengandung alkaloid piperidine sehingga muntah, sakit perut, tak lagi mampu bicara, dan akhirnya meregang nyawa pada usia 70 tahun.

Padahal, pada dosis tertentu senyawa beracun tanaman anggota famili Apiaceae itu juga bermanfaat untuk mengatasi radang sendi. Bukti bahwa beda antara racun dan obat, hanya setipis kulit bawang.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img