Sunday, January 25, 2026

Hitamku Menjadi Johan

Rekomendasi
- Advertisement -

Perawatan intensif menjadikan serama Hitamku yang terbaik di kontes.

Hitamku meraih gelar BOTB karena tampil prima hingga akhir laga.

Trubus — Ansar Amani girang karena ayam serama hasil perawatannya meraih posisi puncak Liga Serama Indonesia 2019. Ia mempersiapkan serama bernama Hitamku sejak sepekan sebelum tampil. Persiapan-persiapan itu di antaranya menjemur, memberikan vitamin, dan memberikan pakan yang optimal. “Makanan Hitamku tiap hari yaitu beras merah dari pagi sampai siang dan voer di siang hingga malam hari,” ujar Ansar.

Hasil perawatan intensif itu membuat Hitamku tampil penuh semangat pada kontes nasional serama di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 7 Juli 2019. Tak tanggung-tanggung, ayam milik Kevin Mezaka itu menggondol gelar paling bergengsi best of the best (BOTB). “Padahal dari durasi kerja kalah dengan pesaing utamanya yaitu Kenzo,” ujar Eka Andry, juri asal Jember, Jawa Timur. Menurut Eka keunggulan Hitamku karena tampil paling prima hingga akhir laga.

Lompat

Andry menuturkan, sejak menit pertama, pertengahan, hingga akhir, Hitamku dan Kenzo bersaing ketat. “Sayang pada menit akhir Kenzo tampil terlalu ngotot hingga melompat dari meja penjurian,” ujarnya. Oleh karena itu, dengan mudah Hitamku johan alias juara kontes. Pelatih Kenzo, Tinton Suprapto, menuturkan, tak ada persiapan khusus untuk mengikuti kontes.

Kenzo, pesaing utama Hitamku. (Dok. Bondan Setyawan)

“Perawatan seperti biasanya. Setiap hari dijemur sembari dibersihkan bulu-bulunya,” ujar Tinton. Tujuannya agar ayam terus bersemangat dan tetap sehat. Ia memberikan campuran beras merah, beras jagung, dan vor sebagai pakan dengan perbandingan. 2 : 2 : 1. Hitamku dan Kenzo tampil pada ajang Kontes Nasional piala Perisai Fighter I Indonesia di Surabaya, pada 7 Juli 2019. Bertempat di Soto Bakar Hallo Surabaya, acara berlangsung meriah.

Penyelenggara dan pemilik tim Perisai Fighter, Fendy Lim, menuturkan jumlah peserta kontes hari itu mencapai 227 ayam serama. “Jumlah peserta memenuhi target panitia,” ujar Lim. Para peserta berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya Madura, Sidoarjo, Malang (ketiganya di Provinsi Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Bandung (Jawa Barat), dan Jakarta.

Para peserta terbagi menjadi lima belas kelas,yakni anakan betina A, jantan remaja, betina dewasa, jantan tanpa lawi, dan laga bintang. Mereka memperebutkan gelar terbaik di setiap kelas. Kemudian, ayam-ayam juara di setiap kelas itu tampil habis-habisan untuk memperebutkan gelar paling bergengsi yaitu best fighter, best of chick (BOC) atau anakan terbaik, best of female (BOF) atau betina terbaik, dan best of the best ayam serama terbaik.

Eka Andry (paling kanan) para pemilik serama jawara bersama para jawara laga fighter.

Bukan hanya Hitamku yang beruntung hari itu, serama milik Fadjar bernama Mi Amor juga meraih trofi juara di kelas anakan. “Final BOC menyuguhkan adu gaya yang sengit antara Geronimo dengan Mi Amor. Namun, Mi Amor lebih stabil bergaya hingga akhir waktu,” ujar Andry. Mi Amor juga meraih gelar juara 1 anakan betina A. Larasati milik Didit Banjarandhap meraih gelar terbaik betina atau BOF. “Larasati bersaing dengan Putri Himawan. Namun, Larasati tampil lebih aktif di atas meja,” ujar Andry. Larasati juga meraih gelar juara ke-1 kelas betina muda. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img