Trubus.id—Tanaman hoya menjadi sumber rupiah bagi Sri Susanti. Pebisnis sekaligus penangkar hoya di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, itu setiap 6 bulan mengirim aneka hoya ke mancanegara seperti Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.
“Jumlahnya memang belum terlalu banyak yakni 20 tanaman,” ujar wanita yang akrab disapa Santi itu. Ia menjual seharga Rp233.925—Rp 2,3 juta per tanaman. Menurut Santi hoya dengan jenis daun silver memiliki nilai jual lebih tinggi.
Santi mengawali bisnis hoya pada 2019. Ia merawat hoya di dalam rumah tanam berukuran 18 m x 8 m. Santi lebih banyak memeroleh pelanggan dari pasar lokal. Pembeli berasal dari kolektor dan pedagang untuk dijual lagi.
Total penjualan 200 tanaman per bulan. Santi menjual mulai dari harga Rp50.000—Rp 300.000 per tanaman. Pendapatan rata-rata dari penjualan hoya sekitar Rp 10 juta—Rp 60 juta per bulan. Santi menuturkan, budidaya hoya sangat menguntungkan.
Menurut Santi soal pasar tak perlu khawatir. Lihat saja, Santi hanya menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Pembeli pun berdatangan dan rekening tabungan pun bertambah.
