Saturday, January 24, 2026

Ikan Rucah Pakan Kerapu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— “Pakan utama pembesaran kerapu adalah ikan rucah,” kata pembudidaya kerapu di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Munawir Darno.

Ikan rucah berartri ikan hasil tangkapan laut dengan nilai ekonomi rendah. Menurut pembudidaya kerapu sejak 2019 itu, ikan rucah dipilih karena ketersediaan di daerah setempat melimpah sehingga harganya pun ekonomis.

“Rata-rata harga ikan rucah Rp3.000—Rp3.500 per kg, sementara pelet bisa Rp22.000 per kg, akan rugi jika dari awal budidaya hingga panen menggunakan pelet,” kata Munawir.

Harap mafhum, kebutuhan pakan meningkat seiring bertumbuhnya umur kerapu. Meskipun demikian, Munawir pun menggunakan pelet saat pada 1—2 pekan setelah tebar. Sebab bukaan mulut ikan masih relatif kecil sehingga menghendaki penggunaan pelet.

“Kebutuhan pelet 2 kg per hari per 1.000 ekor,” katanya. Bibit kerapu yang ditebar berukuran 6—8 cm. Populasi 5.000 ekor di tambak seluas 2.500 meter persegi. Munawir memberikan pelet pada pagi dan sore hari masing-masing 1 kg.

Barulah setelah 2 pekan memberikan pakan ikan rucah. Munawir menambahkan, penting memerhatikan ukuran pakan dengan bukaan mulut ikan. Contohnya saat 2 pekan setelah tebar mesti memberikan pakan berukuran kurang dari 1 cm agar bisa dimakan.

Munawir menggunakan mesin penggilingan untuk mencacah ikan rucah. “Jika kurang lembut terkadang digiling hingga 2—3 kali,” katanya. Pada 4—24 pekan setelah tebar ukuran potongan rucah bisa lebih besar 1—3 cm karena bukaan mulut ikan sudah kian membesar.

Adapun pada 24 pekan setelah tebar bisa diaplikasikan langsung tanpa perlu mencacah. “Bukaan mulut ikan sudah bisa mengonsumsi ikan rucah tanpa penggilingan,” katanya. Pemberian pakan sekali sehari pada sore hari bisa mulai dari pukul 15:00—17:00.

Beberapa cara memotong ikan rucah bisa manual menggunakan gunting atau mesin penggilingan. Munawir lebih memilih menggunakan penggilingan karena relatif praktis. “Menggunakan penggilingan bisa 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan manual,” katanya.

Munawir mencontohkan menggunting rucah sebanyak 300 kg rucah bisa 6 jam, sedangkan menggunakan penggiling cukup 3 jam. Pembudidaya kerapu lainnya Hari Susanto, terkadang memilih potongan rucah hasil gunting. Sebab, hasil potongan lebih bisa diatur sehingga efisien termakan oleh kerapu.

“Potongan rucah hasil penggilingan terkadang kurang efisien karena bertekstur terlalu lembek sehingga banyak terbuang,” katanya. Lantas berapakah kebutuhan pakan ikan rucah untuk menjadi 1 kg kerapu? Hitung-hitungan Munawir butuh 14—15 kg pakan rucah untuk menjadi 1 kg kerapu.

Menurut pembudidaya kerapu tambak lain di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sudargomari, ketersediaan pakan rucah melimpah berkah bagi pembudidaya pembesaran kerapu karena harganya yang eknomis.

Artinya, budidaya kerapu tambak potensial berkembang di wilayah pantai dengan ketersediaan ikan rucah melimpah. Namun, jika harga rucah melambung hingga dua kali lipat Rp7.000 margin pembudidaya tipis bahkan bisa merugi. Begitu pula jika jarak sumber pakan kian jauh yang menyebabkan biaya produksi kian meningkat.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img