Wednesday, January 28, 2026

Impian Menjadi Sentra Bawang

Rekomendasi
- Advertisement -

Budidaya bawang merah dan cabai terobosan terbaru Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si., demi menyejahterakan masyarakat.

Bawang merah merupakan komoditas baru yang tengah dikembangkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Trubus — Bawang merah dan cabai berpengaruh besar terhadap inflasi. Saat ini sentra bawang merah berada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Kabupaten Nganjuk (Jawa Timur). Beberapa kabupaten di Sumatera Barat pun tengah mengembangkan budidaya bawang merah. Artinya hanya beberapa daerah yang menjadi pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan bawang merah nasional.

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si., merintis daerahnya sebagai sentra baru bawang merah dan cabai. Beberapa pihak menyatakan bawang merah dan cabai tidak cocok ditanam di OKU Timur. Namun, Kholid berhasil membuktikan bahwa anggapan itu salah. Ia dan petani di Desa Menanga Tengah, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur, Supriyadi, kembali memanen bawang merah pada 19 Agustus 2020.

Studi banding

Bendung Gerak Perjaya menjadi salah satu modal utama Ogan Komering
Ulu Timur memajukan dunia pertanian. (Dok. Trubus)

Berdasarkan pengukuran ubinan, panen saat itu menghasilkan 13 ton per hektare. Produksi itu relatif tinggi meski Supriyadi menanam saat musim hujan. Kholid mengatakan, “Kita anggap hasil panen 10 ton. Harga bawang saat ini Rp19.000 per kg sehingga petani mendapatkan omzet Rp190 juta. Setelah dikurangi modal Rp78 juta, maka petani mendapatkan keuntungan Rp100 juta per ha per sekali tanam.”

Laba bisa jadi lebih banyak lantaran penanaman bawang merah bisa tiga kali setahun. Laba dari bawang merah lebih besar dibandingkan dengan menanam padi. Panen bawang merah pada Agustus 2020 itu bukanlah yang pertama. Sebelumnya Kholid memanen sekitar 14 ton bawang merah per ha pada 2019. Saat tu musim kemarau sehingga hasil lebih bagus. Panen pada 2020 tidak maksimal karena sepekan sebelum panen diguyur hujan sehingga beberapa titik terserang moler.

Bupati OKU Timur, Sumatra Selatan, H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si., optimis daerahnya mampu
menjadi sentra bawang merah dan cabai pada masa
mendatang. (Dok. Trubus)

Meski begitu Kholid meyakini OKU Timur mampu menjadi sentra bawang merah karena terbukti bisa panen. Sebetulnya bawang merah termasuk komoditas baru di OKU Timur. Sebelumnya tidak ada petani yang membudidayakan tanaman anggota famili Amaryllidaceae itu.

Kholid mendukung penuh pengembangan bawang merah di daerahnya. Bentuk dukungan Kholid antara lain mengajak petani studi banding ke sentra bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Ia juga mendatangkan praktisi berpengalaman untuk membimbing petani agar sukses menanam bawang merah. Semua jerih payah itu mulai memberikan hasil. Kholid berharap lahan pengembangan bawang merah meluas di OKU Timur.

Sentra cabai

Selain bawang merah, komoditas lain yang tergolong baru di OKU Timur yaitu cabai. Kholid pun mendukung penuh budidaya cabai. Ia menggandeng bank daerah untuk memberikan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani yang menanam cabai. Dukungan itu sangat bermanfaat untuk menunjang keberhasilan penanaman cabai. Selama ini pasokan cabai mengandalkan daerah lain di luar OKU Timur.

Penanaman cabai meluas agar dapat swasembada produk hortikultura itu. (Dok Trubus)

“Saya berharap minimal kita bisa memenuhi kebutuhan cabai di OKU Timur. Tidak lagi bergantung pasokan dari luar daerah,” kata pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, itu. Pengembangan bawang merah dan cabai di OKU Timur membuktikan Kholid sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif. Ia mengeksplorasi dan mengoptimalkan semua potensi pertanian di kabupaten yang berumur 16 tahun itu.

Target swasembada bawang merah dan cabai juga bertujuan menyejahterakan petani sekaligus memberikan produk hortikultura terbaik bagi masyarakat. Cita-cita menjadi sentra bawang merah dan cabai di Sumatera Selatan, bahkan nasional, bakal terwujud. “Tujuan kami agar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi sentra bawang merah di Sumatera Selatan. Lebih bagus lagi jika kita dapat mengirim bawang merah ke provinsi sekitar seperti Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Riau,” kata Kholid.

Pasokan cabai daerah-daerah itu masih bergantung dari Pulau Jawa dan Sumatera Barat. Ceruk pasar cabai dan bawang merah sangat besar. Tidak perlu berbicara ekspor. Penjualan bawang merah di dalam negeri pun laku sekali. Oleh karena itu, Kholid menggebu-gebu mengembangkan bawang merah dan cabai di Bumi Sebiduk Sehaluan, julukan OKU Timur. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img